Seorang wanita berjulukan Joiss Nydia Khaliza ditangkap usai menipu ratusan orang dengan membikin arisan online fiktif. Berbagai modus dilakukan Joiss untuk menjalankan arisan bodong itu, mulai membangunkan kepercayaan hingga endorse selebgram.
Dirressiber Polda Jatim, Kombes Pol Bimo Ariyanto, mengatakan arisan online fiktif itu dijalankan Joiss melalui sosial media.
Untuk meyakinkan para korban, Joiss sengaja membangun kepercayaan dengan mengeklaim arisannya kondusif dan mempunyai izin.
"Untuk modus operandi, tersangka Joiss mempromosikan dan menawarkan program arisan melalui akun media sosial dengan mencantumkan beragam keterangan seperti 100 persen bersertifikasi, arisan paling aman, tepercaya dan konsisten, owner amanah, dan testimoni real," ujar Bimo di Mapolda Jatim.
Bahkan, Joiss membikin 'anggota buatan' nan diisi menggunakan dananya sendiri agar slot arisan selalu terlihat penuh dan diminati.
"Tersangka membikin akun member fiktif berinisial 'IO' untuk mengisi slot kosong agar arisan terkesan selalu aktif dan diminati," ucap dia.
Namun, kata Bimo, seluruh klaim keamanan dan legalitas itu merupakan rekayasa nan dibuat Joiss.
Kerja Sama dengan Selebgram
Joiss juga kerja sama dengan para selebgram maupun publik figur untuk mempromosikan arisan bodong itu.
"Dari keterangan tersangka dan saksi adminnya, program tersebut juga di-endorse alias mereka mengontak sejumlah public figure alias selebgram untuk ikut mempromosikan program arisan online tersebut," kata Bimo.
Ia menyampaikan bahwa pihaknya berencana bakal memanggil para figur publik nan terlibat dalam promosi tersebut untuk mendalami keterkaitan mereka.
Namun, Bimo belum menyebut siapa saja figur publik maupun selebgram nan terlibat dalam promosi arisan online fiktif ini.
"Ya kita bakal panggil beberapa public figure tersebut untuk dimintai keterangan, dan kelak bakal kita sampaikan gimana perkembangan perkara tersebut," ujarnya.
Pamer di Medsos
Joiss juga kerap pamer di media sosialnya. Ini terbukti dari hasil penipuannya, Ditressiber Polda Jatim mengamankan sejumlah peralatan bukti mulai mobil BMW type 328I CKD tahun 2014 warna biru hingga iPhone 17 Pro Max dan lainnya.
"Untuk peralatan bukti kita sudah menyita 1 buah iPhone 15 Pro Max, 1 buah iPhone 17 Pro Max, Samsung Galaxy Fold, beberapa device HP dan tablet lainnya, serta laptop," kata Dirressiber Polda Jatim, Kombes Pol Bimo Ariyanto, dalam keterangannya, Kamis (13/8).
"Kemudian beberapa rekening BCA milik tersangka, akun media sosial juga kita sita. Serta kita telusuri untuk pencucian uangnya. Ada 3 mobil nan dapat kami sita, 1 mobil BMW, 1 mobil Toyota Rush, 1 mobil Honda Brio," tambahnya.
Tipu 140 Korban
Bimo menyampaikan, Joiss telah menipu 140 korban di beragam wilayah di Indonesia dari arisan bodong tersebut.
"Berdasarkan hasil investigasi dan pendalaman, ada ratusan korban, berjumlah sekitar 140 korban arisan online by JNK terdapat di beberapa wilayah Indonesia," ujarnya.
"Jadi sementara ini 5 nan terdapat di Jawa Timur. kemudian ada nan di Aceh, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Jakarta, Banten, Jawa Barat, DIY, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Makassar, Bali, dan Papua," lanjutnya.
Berdasarkan penelusuran transaksi finansial selama periode Juni 2025 hingga Juli 2026, total perputaran duit nan berangkaian dengan arisan fiktif tersebut mencapai Rp 71 miliar.
Terancam 6 Tahun Penjara
Dirresiber Polda Jatim Kombes Pol Bimo Ariyanto mengatakan, tersangka dijerat pasal berlapis mengenai Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Joiss terancam balasan enam tahun penjara.
"Pasal nan kita sangkakan dan ancaman hukumnya adalah Pasal 45A ayat (1) jo Pasal 28 ayat (1) dan/atau Pasal 51 ayat (1) jo Pasal 35 UU ITE sebagaimana diubah dengan UU No. 1 Tahun 2024, dan/atau Pasal 492 UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP," ujar Bimo dalam keterangannya, Kamis (13/8/2026).
"Dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar," tambahnya.
51 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·