Feby Novalius
, Jurnalis-Sabtu, 23 Mei 2026 |05:05 WIB

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk meningkatkan BI-Rate sebesar 50 bps menjadi 5,25%. (Foto: Okezone.com)
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk meningkatkan BI-Rate sebesar 50 bps menjadi 5,25%, suku kembang Deposit Facility sebesar 50 bps menjadi 4,25%, dan suku kembang Lending Facility sebesar 50 bps menjadi 6,00%. Kenaikan ini merupakan langkah untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari akibat tingginya gejolak dunia akibat perang di Timur Tengah serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% nan ditetapkan pemerintah.
Keputusan ini sejalan dengan konsentrasi kebijakan moneter pada stabilitas (pro-stability) untuk memperkuat ketahanan eksternal ekonomi Indonesia dari akibat gejolak global. Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan (pro-growth).
Kebijakan makroprudensial lenggang terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan. Kebijakan sistem pembayaran juga terus diarahkan untuk mendukung aktivitas ekonomi digital dan finansial inklusif melalui ekspansi akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan prasarana sistem pembayaran.
Berikut Okezone rangkum fakta-fakta menarik mengenai keputusan BI meningkatkan BI-Rate dan dampaknya bagi perekonomian, Sabtu (23/5/2026):
1. Jaga Inflasi dan Rupiah
BI memperkuat efektivitas penerapan kebijakan moneter untuk stabilisasi nilai tukar rupiah dan menjaga inflasi 2026 dan 2027 dalam sasaran 2,5±1%, dengan meningkatkan intensitas intervensi kurs asing untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri maupun transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.
BI juga meningkatkan struktur suku kembang instrumen moneter pro-market sejalan dengan kenaikan BI-Rate untuk tetap menarik aliran masuk investasi portofolio asing ke aset finansial domestik dan menjaga kecukupan likuiditas di pasar duit dan perbankan dengan memastikan pertumbuhan duit primer lebih dari 10% (double digit) sesuai dengan ekspansi moneter, termasuk melalui transaksi Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder secara terukur.
2. Jurus BI Perkuat Rupiah
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·