Masa Depan Paolo Vanoli di Fiorentina: Saya Ingin Klub Level Tinggi, Bukan Bertahan karena Balas Budi

Sedang Trending 1 jam yang lalu
 Saya Ingin Klub Level Tinggi, Bukan Bertahan lantaran Balas Budi Pelatih Fiorentina, Paolo Vanoli, blak-blakan soal masa depannya usai laga kontra Atalanta. Ia menuntut proyek ambisius dan enggan memperkuat hanya lantaran balas budi.(Fiorentina)

PELATIH Fiorentina, Paolo Vanoli, memberikan pernyataan tegas mengenai masa depannya usai mendampingi timnya dalam laga pamungkas Serie A musim 2025/2026 melawan Atalanta nan berhujung seri 1-1. Di tengah atmosfer Stadion Artemio Franchi nan diwarnai protes keras suporter terhadap performa mengecewakan skuad sepanjang musim, Vanoli menjadi satu-satunya sosok nan justru mendapatkan apresiasi dan tepuk tangan dari tribun penonton.

Dalam konvensi pers pascapertandingan, Vanoli pertama-tama menyampaikan rasa terima kasihnya nan mendalam kepada para suporter Fiorentina atas support nan mereka berikan selama masa-masa susah perjuangan lolos dari jerat degradasi.

"Pertama-tama, saya berterima kasih kepada para penggemar. Tepuk tangan nan mereka berikan merupakan penghargaan atas kerja keras nan penting. Kerja keras dan nilai-nilai pada akhirnya selalu terbayar. Tidak perlu mencari publisitas. Saya merasa dihargai oleh tim nan telah memberikan segalanya di fase akhir musim: para pemain menunjukkan sungguh mereka peduli. Ketika sesuatu tercapai, itu tidak pernah datang sendirian," ujar Vanoli.

Pelatih nan sukses membawa Fiorentina finis dengan raihan 42 poin tersebut menjelaskan status kontraknya saat ini. Pihak manajemen klub diketahui memegang opsi perpanjangan, dan pembicaraan awal mengenai masa depan tim sebenarnya telah dilakukan sejak dua pekan lalu. Kendati demikian, Vanoli menegaskan bahwa dirinya mempunyai ambisi besar dan tidak mau melanjutkan masa baktinya hanya lantaran dasar rasa kekeluargaan alias formalitas belaka.

"Mengenai masa depan saya, saya katakan bahwa pihak klub selalu mendampingi saya: saya sudah berjumpa dengan klub dua minggu lalu, para kepala mempunyai opsi dalam perjanjian saya. Namun, saya tidak boleh memperkuat hanya lantaran rasa balas budi: kepala pasti tahu gimana menilai saya, jika saya kudu bertahan. Jika saya kudu menjadi pembimbing untuk proyeksi masa depan, saya menginginkan Fiorentina nan berada di level tinggi: saya ambisius, sama seperti para penggemar," tegasnya.

Terkait keputusan akhir nan tetap tertunda, Vanoli menyerahkan sepenuhnya urusan tersebut kepada manajemen klub sembari mengisyaratkan bahwa segala kemungkinan tetap bisa terjadi.

"Saya beruntung telah bekerja dengan baik dan mencapai sasaran nan diinginkan semua orang. Kepuasan terindah adalah ketika semua orang di Viola Park mengucapkan terima kasih. Semua orang tahu sungguh pentingnya tahun ini. Saya menyerahkan keputusan kepada manajemen, tetapi jika kami duduk berbareng nanti, bisa saja jawaban tidak juga datang dari pihak saya," tutupnya. (Fiorentina/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia