Lulus SMAU CT ARSA Foundation, Larasati Wujudkan Mimpi Kuliah di ITB

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Keterbatasan ekonomi tidak menyurutkan semangat Larasati Aulia Shafira Damayanti untuk mengejar pendidikan tinggi. Alumni SMA Unggulan CT ARSA Foundation Sukoharjo itu sekarang melanjutkan pendidikan di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Institut Teknologi Bandung (ITB), setelah sukses menjadi salah satu penerima BSI Scholarship Unggulan.

Larasati merupakan bagian dari sekitar 350 penerima faedah alias awardee BSI Scholarship Unggulan. Program danasiwa tersebut memberikan support penuh kepada mahasiswa berprestasi nan mempunyai keterbatasan ekonomi, mulai dari pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT), duit saku sebesar Rp1,5 juta per bulan, akomodasi laptop, program pembinaan, hingga kesempatan magang di sektor perbankan syariah.

Bagi Larasati, danasiwa tersebut menjadi jawaban atas tantangan ekonomi nan selama ini dihadapi keluarganya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Larasati berasal dari Boyolali, Jawa Tengah. Sang ayah bekerja sebagai petugas kebersihan di SMK Dwija Dharma Boyolali dengan penghasilan sekitar Rp500 ribu per bulan. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sang ayah juga bekerja tambahan sebagai pekerja jahit.

Sementara itu, ibunya merupakan ibu rumah tangga nan tidak dapat bekerja lantaran kondisi kesehatan. Ibunya mempunyai riwayat penyakit dan pernah menjalani operasi kista, serta mengalami masalah pada jantung.

Kondisi ekonomi family semakin menantang lantaran orang tuanya juga tetap membiayai pendidikan kakak Larasati nan tengah menempuh kuliah. Dalam situasi tersebut, Larasati menyadari bahwa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi memerlukan perjuangan nan tidak mudah.
Namun, semangatnya tidak berhenti.

Alumni SMA Unggulan CT ARSA Foundation SukoharjoAlumni SMA Unggulan CT ARSA Foundation Sukoharjo, Larasati Aulia Shafira Damayanti. (Arsip CT Arsa)

Larasati kemudian mengikuti proses seleksi BSI Scholarship Unggulan nan terdiri dari tiga tahapan, ialah seleksi administrasi, tes tertulis, dan wawancara.

Pada tahap administrasi, Larasati memberikan perhatian unik terhadap penulisan esai. Ia apalagi kerap berkonsultasi dengan kakaknya nan mempunyai latar belakang pendidikan Bahasa Indonesia untuk menyempurnakan esai nan menjadi salah satu bagian krusial dalam seleksi.

Tahap berikutnya adalah tes tertulis nan mencakup psikotes. Larasati kudu mengerjakan sekitar 500 soal secara daring melalui Zoom selama kurang lebih empat jam, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.

Tantangan berikutnya datang saat tahap wawancara. Saat itu, Larasati belum mempunyai laptop sehingga kudu mengikuti proses seleksi dengan perangkat seadanya.

"Jujur, waktu wawancara saya tetap menggunakan gawai seadanya lantaran belum punya laptop. Alhamdulillah, lantaran sebelumnya sering berlatih wawancara, prosesnya bisa melangkah cukup lancar," ujar Larasati.

Usai menjalani wawancara pada sore hari, Larasati tidak perlu menunggu terlalu lama. Pada malam harinya, pengumuman hasil seleksi keluar dan namanya dinyatakan lolos sebagai penerima BSI Scholarship Unggulan. Ada satu perihal menarik nan menjadi motivasi tambahan Larasati dalam mengikuti program tersebut.

Alumni SMA Unggulan CT ARSA Foundation SukoharjoAlumni SMA Unggulan CT ARSA Foundation Sukoharjo. (Arsip CT Arsa)

"Fun fact-nya, saya memang mengincar akomodasi laptop lantaran saya belum punya laptop untuk kuliah," katanya.

Kini, laptop nan sebelumnya menjadi salah satu kebutuhan krusial untuk menunjang perkuliahan dapat dia miliki melalui program danasiwa tersebut. Namun, faedah nan diterimanya tidak berakhir pada support akomodasi pendidikan.

Menurut Larasati, BSI Scholarship memberikan support nan cepat, terutama dalam membantu penyelesaian pembiayaan UKT kampus. Selain itu, beragam program dan aktivitas pembinaan nan diberikan kepada para awardee juga dinilai memberikan faedah nyata bagi pengembangan diri mahasiswa.

Perjalanan Larasati menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi tidak kudu menjadi akhir dari sebuah mimpi. Berbekal pendidikan nan ditempuh di SMA Unggulan CT ARSA Foundation Sukoharjo, kerja keras, keberanian, serta kemauan untuk terus belajar, putri seorang petugas kebersihan ini sekarang sukses menapaki salah satu kampus terbaik di Indonesia.

Dari Boyolali menuju ITB, Larasati membawa angan besar bahwa pendidikan dapat menjadi jalan untuk mengubah masa depan.

(tim/har)

placeholder

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional