Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kebijakan hilirisasi nikel sempat dicibir di awal implementasi, namun saat ini banyak pengkritik tersebut mengantre untuk berjumpa Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Larangan ekspor nikel secara penuh diberlakukan pada 1 Januari 2020 sesuai dengan UU Minerba. Perkembangannya menghadapi beragam tantangan, termasuk sengketa di World Trade Organization (WTO).
"Saya tetap ingat masa-masa awal larangan ekspor bijih nikel. Kami dicibir, kami ditekan dari beragam arah, kami digugat sampai ke WTO, dan banyak nan bilang Indonesia tidak bakal sanggup. Ada nan mentertawakan," ungkap Luhut saat Peluncuran dan Bedah Buku '10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia', di Djakarta Theatre. Jumat (7/8).
Kebijakan hilirisasi nikel diusung saat pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo, ketika Luhut menjabat sebagai Menko Maritim dan Investasi, sementara Bahlil menjabat sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM.
Luhut mengatakan meski sempat dicerca oleh beragam pihak, kebijakan hilirisasi sekarang mulai diterima oleh penanammodal dan melangkah dengan baik. Menurutnya, banyak pihak nan akhirnya mau berjumpa dengan Bahlil.
"Sekarang, saya kira Pak Bahlil tegak berdiri mengatakan 'Kami Bisa'. Sebagian nan dulu mentertawakan itu justru sekarang antre minta berjumpa dengan Pak Bahlil, mau ikut investasi. Saya tidak sebut nama, kelak aktivitas bedah kitab ini berubah jadi bedah nan lain," tutur Luhut.
Menurutnya, keberhasilan tersebut terlihat dari nilai ekspor komoditas nan berlipat dobel lantaran kenaikan nilai tambah dari hilirisasi. Ia menyebut posisi Indonesia sekarang mulai terlihat di pasar internasional.
"Morowali dan Halmahera Tengah nan dulu nyaris tidak tercatat dalam peta ekonomi nasional, sekarang tumbuh dua digit nan menjadi bagian dari rantai pasok industri dunia," kata Luhut.
Luhut menekankan banyak pengusaha lokal nan hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri. Ia lampau mengapresiasi langkah nan diambil Bahlil, khususnya mengenai kebijakan nikel.
"Ada persoalan lingkungan, ada persoalan keselamatan kerja nan merenggut nyawa, dan ini ditulis oleh Pak Bahlil secara terbuka. Mengkritik orang lain itu gampang, mengkritik pekerjaan sendiri di kitab nan dicetak atas nama sendiri, itu nan jarang terjadi," ujarnya.
Luhut berambisi agar seluruh pengusaha nasional dan wilayah ke depan kudu naik kelas dalam rantai nilai hilirisasi. Ia juga mendorong anak bangsa menguasai teknologi, standar lingkungan, serta keselamatan nan tidak bisa ditawar lantaran pasar dunia semakin menuntut pasokan nan bersih.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·