PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menanggapi wacana pemberian insentif pemerintah untuk kendaraan elektrifikasi (xEV) nan lebih condong ke jenis mobil listrik murni alias battery electric vehicle (BEV).
Produsen kendaraan roda empat dan lebih terbesar di Tanah Air itu berambisi pengadaan stimulus untuk industri otomotif bisa berpihak kepada semua pemain nan menawarkan model ramah lingkungan. Terlepas apa pun teknologinya.
“Kami bukan bicara soal ada alias tidak adanya insentif, nan kami harapkan adalah kebijakannya fair,” buka Presiden Direktur PT TMMIN, Nandi Julyanto ditemui di ICE BSD, Tangerang awal pekan ini.
Dirinya percaya pemerintah dapat menerapkan kebijakan dengan landasan dan parameter nan terukur untuk semua jenis teknologi kendaraan nan berorientasi ramah lingkungan. Sesuai dengan sasaran pengurangan emisi karbon oleh negara.
“Kalau ukurannya penghematan bahan bakar, ya tinggal dihitung saja. Hybrid menghemat berapa, PHEV (Plug-in Hybrid EV) berapa, BEV berapa. Insentif bisa disesuaikan dengan kontribusi masing-masing,” tambah Nandi.
Nandi menilai, semua teknologi kendaraan nan ada, baik itu elektrifikasi maupun konvensional seperti internal combustion engine (ICE), saat ini dirancang agar lebih sedikit dalam penggunaan bahan bakar serta emisi gas buang.
“Kalau ukurannya ketahanan energi, ya semua teknologi nan bisa menghemat bahan bakar kudu dihitung. Tinggal besarannya disesuaikan dengan hasil penghematannya,” jelasnya nan juga menyinggung peran pabrikan terhadap kelangsungan industri komponen pendukung.
Sebab, setiap pabrikan nan melangsungkan bisnisnya di dalam negeri berkuasa mendapatkan kebijakan dan perlakuan nan setara. Nandi memberi contoh izin negara tetangga seperti Filipina, nan menyamakan insentif untuk seluruh teknologi, asal diproduksi di dalam negeri.
"Kalau acuannya produksi lokal, ya semua nan diproduksi di Indonesia mendapat perlakuan nan sama. Asal itu tadi kebijakannya fair,” pungkas Nandi.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa berkelakar soal pemberian insentif tambahan andaikan Toyota sanggup memindahkan akomodasi manufakturnya di area ASEAN ke Tanah Air.
"Perbaikan suasana investasi bakal terus kita lakukan. Perusahaan Jepang ada di sini? Toyota? Kita juga bakal dukung Toyota, tetapi pindahkan (manufaktur) dari Thailand ke Indonesia," katanya saat sambutan Gaikindo International Automotive Conference (GIAC) 2026, ICE BSD, Selasa (4/8).
Purbaya juga berbincang soal kepastian insentif untuk kendaraan listrik tahun ini. Dia menyebut, kebijakan itu bakal diumumkan dalam waktu dekat oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Banyak orang mempertanyakan kesungguhan pemerintah dalam mendukung EV, katanya tahun ini subsidi lenyap dan sebagainya. Pak Presiden Prabowo mau mengurangi ketergantungan kita dari impor minyak. Maka dari itu kita mempromosikan EV, makanya kita bakal melanjutkan (insentif)," ucapnya.
Purbaya membeberkan paket stimulus pembelian kendaraan listrik untuk roda dua dan roda empat nan rencananya bakal disediakan sebanyak 500 ribu unit.
"Pasar kendaraan listrik telah meningkat nyaris 15 kali lipat dalam empat tahun terakhir. Tantangan ke depan bukan lagi hanya mendorong produksi, tetapi juga memaksimalkan nilai tambah domestik, investasi, tenaga kerja, dan industri nasional," jelasnya.
56 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·