Pelatih Juventus Luciano Spalletti mengakui timnya tampil jelek saat dibantai Lazio 0-3 di kandang. Ia berjanji bakal melakukan pertimbangan mendalam.(AFP)
PELATIH Juventus, Luciano Spalletti, mengakui timnya tampil kalah di segala lini setelah dihentak kekalahan telak 0-3 saat menjamu Lazio di Serie A. Ia mengaku terkejut dengan performa jelek anak asuhnya dan menegaskan kudu ada perubahan mendasar dalam tubuh tim.
Hasil memalukan di markas sendiri ini berbanding terbalik dengan antusiasme nan sempat dirasakan Bianconeri setelah meraih kemenangan tandang 2-1 atas Celta Vigo di Liga Europa. Namun, euforia tersebut seketika sirna di Serie A saat menghadapi Lazio.
Juventus tidak betul-betul memberikan ancaman berfaedah sepanjang laga. Lazio sukses mengamankan kemenangan 3-0 lewat gol sundulan Oliver Provstgaard, tembakan mendatar Gustav Isaksen, serta serangan kembali sigap Fisayo Dele-Bashiru di penghujung laga.
Dalam laga ini, Spalletti tidak mendampingi tim langsung dari bangku persediaan akibat hukuman larangan bertanding pasca perselisihan dengan pembimbing Cagliari, Fabio Pisacane. Posisinya digantikan oleh sang asisten pelatih, Marco Domenichini.
"Ini jelas Juventus nan inferior, tim nan tidak mengendalikan permainan, dan tidak mempunyai buahpikiran ke mana arah pertandingan ini dibawakan," ungkap Spalletti kepada DAZN Italia.
Spalletti menjelaskan bahwa agenda padat turut memengaruhi bentuk dan mental para pemainnya, meski perihal itu tidak dijadikan argumen atas performa jelek di lapangan.
"Sulit untuk menjalaskannya apalagi kepada diri kami sendiri, lantaran kami baru kembali jam 4 pagi pada hari Jumat dari Vigo, lampau membiarkan para pemain memulihkan diri berbareng staf performa fisik. Kami mencoba mengubah beberapa hal, ada enam pemain baru, tetapi kami lambat dalam perihal kaki maupun pikiran. Dalam sepak bola, Anda bisa memandang lawan, Anda bisa memandang bola, dan jika Anda terlalu lambat bereaksi, tidak menunjukkan hati alias ritme, strategi dan sistem menjadi tidak relevan," jelasnya.
Kritik Fans dan Evaluasi Internal
Para pendukung nan memperkuat hingga peluit panjang dibunyikan menyuarakan cemoohan dan kekecewaan mereka terhadap skuad Juventus. Kekalahan ini membikin Bianconeri sekarang tertinggal delapan poin dari puncak klasemen Serie A hanya dalam tujuh pekan awal.
"Tanpa tempo, tanpa ide, tanpa berlari, tanpa kemauan untuk bekerja keras, dan ketika ada kerentanan dalam duel, membiarkan kepala tertunduk saat segalanya tidak melangkah baik, itu semua adalah hal-hal nan tidak saya sukai," tegas pelatih.
Merujuk pada pernyataan pembimbing Lazio Gennaro Gattuso nan menyebut pemain modern kerap menyerah pada halangan awal, Spalletti memberikan tanggapannya.
"Yang krusial adalah menunjukkan reaksi, bukan membiarkan diri terhanyut oleh keadaan. Karier kami tidak hanya berjuntai pada keberuntungan, kami kudu memperjuangkan kesempatan itu. Kami dipaksa untuk mempelajari pelajaran tersebut. Ada anak-anak muda saat ini nan berjuang dan ada pula nan membiarkan diri mereka jatuh pada batu sandungan pertama, tetapi setiap orang mempunyai karakter nan berbeda," balas Spalletti.
Dengan raihan 11 poin dari tujuh laga, catatan Juventus musim ini tercatat lebih jelek dibanding torehan 12 poin era Igor Tudor maupun 13 poin era Thiago Motta pada tahapan nan sama. Menanggapi tren penurunan ini, Spalletti mengisyaratkan adanya perubahan besar.
"Jelas, kami perlu menganalisis dan hanya ada dua kemungkinan. Kita bisa mendiskusikan langkah kita berbincang kepada tim, alias metode kerjanya. Sesuatu kudu diubah, itu terlihat jelas," kata Spalletti.
"Saya juga terkejut dengan performa ini, jadi saya perlu berpikir keras tentang perihal itu, lantaran saya tidak mengubah langkah saya berbincang kepada para pemain. Saya mau berkomunikasi dengan mereka, mempunyai hubungan nan baik dengan mereka. Itu selalu menjadi langkah saya. Mungkin saya perlu menganalisis hubungan saya sendiri dengan tim, lantaran hubungan itu jujur dan adil. Mereka sendiri bakal menyadari bahwa apa nan kami lakukan hari ini tidak cukup baik," pungkasnya. (Football-Italia/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·