Keberadaan kendaraan roda dua di tengah masyarakat modern telah melampaui kegunaan utamanya sebagai perangkat transportasi harian. Motor sekarang menjadi bagian tak terpisahkan dari sarana bekerja, mengantar keluarga, hingga menyokong lini upaya mikro di beragam daerah.
Di aktivitas kumparanOTO On The Road kerjasama dengan Astra Honda Motor (AHM), General Manager Corporate Communication PT AHM, Ahmad Muhibbuddin, mengungkapkan kebenaran menarik di kembali layar perakitan pabrik Honda di Tanah Air.
Menurutnya, ada pergerakan ekonomi raksasa nan terjadi apalagi jauh sebelum sebuah unit sepeda motor sampai ke tangan konsumen.
Satu unit sepeda motor sejatinya melibatkan rantai industri nan sangat panjang dari hulu hingga ke hilir. AHM sendiri saat ini disokong oleh ratusan perusahaan manufaktur nan bergerak di sektor pembuatan komponen kendaraan.
Di sektor hulu (Tier 1), AHM didukung oleh beragam perusahaan pemasok. Perusahaan-perusahaan ini bertanggung jawab memproduksi beragam kebutuhan komponen, mulai dari suku cadang terkecil seperti baut, rantai roda, hingga bagian manufaktur vital lainnya.
"AHM itu mempunyai 153 supplier. Jadi ada produsen baut, produsen rantai, macam-macam gitu ya. Bisa dibayangkan jika 153 itu berapa karyawannya, berapa orang nan terlibat di industri sepeda motor di Indonesia di sisi hulu," ungkap Muhibbuddin di aktivitas kumparanOTO On The Road, Minggu (6/9/2026).
Pergerakan roda ekonomi tersebut tidak berakhir di dalam ruang perakitan pabrik semata. Memasuki rantai hilir (Tier 2 dan Tier 3), aktivitas upaya bersambung ke jaringan distribusi, main dealer, dealer, tenaga penjual, hingga industri pembiayaan.
Sektor hilir ini memperluas jaringan upaya hingga melibatkan sekitar 1.000 perusahaan pendukung. Gabungan antara rantai hulu dan hilir inilah nan membentuk pengaruh pengganda luar biasa bagi perekonomian nasional.
"Kalau ditotal dari hulu sampai ke hilir ini, ada sekitar 671 ribu orang nan bekerja di industri ini. Jadi sungguh besarnya, sungguh masifnya industri sepeda motor roda dua ini,"jelas Muhibbuddin.
"Karenanya jika industrinya terganggu, maka dengan sendirinya ini bakal berakibat ke 671.000 orang nan bekerja di dalamnya," lanjutnya.
Guna menopang ekosistem nan begitu besar, AHM juga berkomitmen memproduksi unit dengan mengandalkan tingkat komponen dalam negeri. Mayoritas suku cadang nan digunakan merupakan hasil karya anak bangsa.
"Kalau ngomongin dari mana asal part-nya itu dibeli, itu mostly 95 sampai 98 persen itu produksi Indonesia, produksi anak bangsa," tuntasnya.
54 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·