6 Perahu Karet Diduga Milik KM Virgo 8 Ditemukan di Kalteng

Sedang Trending 49 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Tim SAR campuran menemukan enam liferaft alias perahu karet diduga milik KM Transport Virgo 8 di perairan Kalimantan Tengah (Kalteng).

"Kita ada temuan 6 liferaft di Kalimantan Tengah, Kakansar di Kalimantan Tengah dan itu sudah diamankan oleh rekan-rekan Kansar Palangkaraya," kata Direktur Operasional Basarnas Laksma TNI Yudhi Bramantyo dalam konvensi pers, Kamis (17/9).

Disampaikan Yudhi, temuan enam liferaft tersebut rencananya bakal dipindahkan ke posko nan ada di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selanjutnya, temuan itu bakal diserahkan ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk kepentingan proses penyelidikan mengenai kejadian terbaliknya KM Virgo 8 di perairan Laut Jawa.

"(Kondisinya) Masih mengembang, ada beberapa nan tetap mengembang. Nanti bakal dikirim ke sini dan sebagai peralatan bukti untuk kita serahkan ke KNKT," ucap Yudhi.

Di sisi lain, Yudhi turut menyampaikan mengenai proses pencarian korban hingga saat ini belum ada perkembangan. Artinya, belum ada korban nan kembali ditemukan pada operasi pencarian hari ini.

"Terkait perkembangan khususnya korban, tidak ada perubahan sampai dengan hari kemarin dan kemarin juga sudah disampaikan oleh Bapak Kepala Basarnas ya," ujarnya.

KM Virgo Transport 8 dilaporkan lenyap kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9), pukul 02.00 Wita, saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9). KM Virgo disebut membawa 243 orang nan terdiri dari penumpang, awak kapal hingga kru.

Hingga Senin (14/9), dari 243 orang nan ada di kapal tersebut, sebanyak 114 di antaranya telah sukses ditemukan dan 129 lainnya tetap dalam pencarian.

Sebelumnya, Kepala Basarna Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan pihaknya berencana melakukan proses salvage dengan membalikan badan KM Virgo Transport 8 untuk mempermudah proses pencarian terhadap korban. Diketahui, saat ini kapal tersebut dalam posisi terbalik dan mengapung di Laut Jawa.

"Apabila pencarian underwater belum bisa kita lakukan akibat cuaca, kita merencanakan untuk salvage. Yaitu kita mau membalikkan kondisi kapal ini dan bakal kita laksanakan pencarian di dalam eh kapal tersebut dan kita bakal evakuasi," kata Syafii dalam konvensi pers, Rabu.

"Baru setelah diyakinkan proses SAR ini selesai baru kapal ini bakal kita tarik untuk kepentingan investigasi," sambungnya.

(dis/dal)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional