Awaludin
, Jurnalis-Selasa, 10 Februari 2026 |21:37 WIB

Isu pergantian Kapolri (foto: Okezone)
JAKARTA - Isu pergantian Kapolri kembali ramai menjadi sorotan publik usai Presiden Prabowo Subianto berjumpa dengan sejumlah tokoh oposisi. Spekulasi semakin menguat setelah Kapolri juga diketahui melakukan pertemuan dengan Presiden di tengah dinamika politik nasional.
Menanggapi perihal tersebut, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), Edi Hasibuan, menegaskan bahwa pertemuan antara Presiden dan Kapolri merupakan perihal nan wajar dalam sistem pemerintahan.
"Pertemuan Presiden sebagai pemimpin dengan Kapolri sebagai bawahan adalah perihal biasa, terutama untuk membahas perkembangan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas)," ujar Edi kepada Okezone, Selasa (10/2/2026).
Menurut Edi, hingga saat ini Prabowo belum mempunyai rencana untuk melakukan pergantian Kapolri. Ia meyakini Presiden bakal mengganti Kapolri pada waktu nan tepat, bukan lantaran adanya tekanan politik.
“Pergantian Kapolri tidak baik dilakukan ketika ada tekanan politik. Polri tidak boleh diseret-seret ke dalam politik. Kapolri tidak boleh diganti setiap kali ada tekanan politik, lantaran itu sangat rawan bagi lembaga Polri,” tegas Ketua Umum Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia (ADIHGI) tersebut.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin news lainnya
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·