Legislator PDIP: Banyak Koruptor Tak Lagi Takut Dipenjara

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengungkap bahwa saat ini banyak koruptor tak takut mendekam di penjara lantaran pengawasan nan lemah dan mudah dimanipulasi.

Menurut Wayan, saat ini banyak koruptor nan dinyatakan bersalah, dan dipenjara, namun justru di luar pengetahuan publik, mereka tinggal di sebuah kos dekat penjara laiknya orang bebas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena sudah terbukti banyak koruptor nan ditangkap, ditahan, dipenjara, dia kos di samping penjara, dia enggak takut dipenjarakan," kata Wayan dalam rapat penyerapan aspirasi lanjutan RUU Perampasan Aset di Komisi III DPR, Senin (14/9).

Wayan pada kesempatan itu menegaskan support fraksinya agar RUU Perampasan Aset segera disahkan. Namun, pelaksanaannya oleh abdi negara penegak norma kudu konsisten.

Wayan menilai negara tak boleh kalah oleh para koruptor. Bahkan, dia mendukung wacana pemiskinan koruptor dalam RUU Perampasan Aset nan asetnya kudu dikembalikan kepada negara.

"Dipenjarakan penting, lantaran dia bersalah, tapi lebih krusial mengembalikan kerugian negara," katanya.

Meski begitu, RUU Perampasan Aset tetap kudu melindungi setiap kewenangan penduduk negara. Undang-undang tak boleh digunakan untuk melakukan tindakan sewenang-wenang kepada penduduk negara atas tuduhan koruptor.

Karenanya, perlindungan norma kepada mereka juga kudu dijamin dalam undang-undang. Menurut Wayan, mereka kudu diberikan kewenangan untuk memihak dengan maksimal.

Selain itu, legislator asal Bali itu juga mewanti-wanti politisasi dalam penerapan undang-undang perampasan aset. Dia menyontohkan kasus seorang pengusaha nan dimiskinkan di Rusia hanya lantaran menjadi oposisi.

"Hindari politisasi, lantaran di Rusia pernah ada seorang pengusaha kuat, lantaran dia beroposisi, tanpa karena nan jelas, dia ditangkap, dan ini menjadi buletin dunia. Ini juga sudah diantisipasi oleh kami," katanya.

(thr/wis)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional