Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg) dapat menekan beban subsidi daya hingga 40%.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menjelaskan bahwa skema pengalihan tersebut merupakan strategi untuk memperkuat ketahanan daya melalui pemanfaatan gas bumi domestik. Laode menyebut efisiensi biaya pengadaan menjadi aspek utama di kembali potensi penghematan anggaran negara lantaran Indonesia tidak perlu lagi menghabiskan devisa untuk membeli bahan baku dari luar negeri.
"Setelah dihitung-hitung tadi Pak Menteri menyampaikan sebenarnya tetap tetap diperlukan adanya subsidi tetapi subsidi itu berkurang tadi bisa 30 sampai 40% lantaran proses efisiensinya kita CNG ini nan punya kita sendiri dibanding dengan kita kudu impor," ujar Laode dalam Podcast Bukan Abuleke Kementerian ESDM, dikutip Selasa (19/5/2026).
Pemerintah mencatat ketergantungan terhadap pasokan luar negeri untuk LPG telah membebani neraca perdagangan secara signifikan. Dengan memanfaatkan gas dari lapangan-lapangan minyak nasional, biaya pokok produksi daya untuk keperluan rumah tangga dapat ditekan lebih rendah dibandingkan nilai gas di pasar internasional.
"Gas kita punya banyak melimpah harganya murah tapi tabungnya nan mahal lantaran dia materialnya khusus. Tinggal 30% tadi kan mau dibagi ke mana saja mau dipotong subsidinya alias dikurangi harganya kan kelak itu teknis, teknis pelaksanaannya aja," ujarnya.
Meskipun komponen tabung memerlukan investasi teknologi nan tinggi, secara keseluruhan struktur biaya penggunaan gas domestik dinilai tetap jauh lebih menguntungkan bagi negara. Hal itu lantaran Indonesia merupakan produsen gas, sehingga rantai pengedaran dari hulu ke hilir dapat dikendalikan oleh pemerintah tanpa terpengaruh perubahan nilai global.
"Artinya ini bakal jadi sebuah terobosan baru untuk kemandirian daya terutama ya lantaran kita nggak mungkin berjuntai terus dari impor apalagi kondisi geopolitik seperti saat ini apapun dilakukan untuk bisa menciptakan ketahanan daya dan swasembada daya pada akhirnya," tambahnya.
Implementasi gas bumi itu juga dirancang agar masyarakat dapat beranjak dengan mudah tanpa biaya tambahan. Sistem pada tabung CNG telah dipersiapkan agar katup berkarakter plug and play dengan peralatan memasak nan sudah dimiliki penduduk saat ini, sehingga proses transisi daya diharapkan tidak menimbulkan penolakan di tingkat konsumen.
(pgr/pgr)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·