Senator Mirah M Fahmid Dorong Energi Bersih-Ekonomi Berkelanjutan di NTB

Sedang Trending 17 jam yang lalu

Jakarta -

Pengembangan daya terbarukan semakin menjadi perhatian di beragam negara, termasuk Indonesia. Selain dinilai bisa mengurangi emisi karbon dan menjaga kelestarian lingkungan, daya bersih juga diyakini dapat memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat melalui sumber daya nan lebih berkepanjangan dan tidak berjuntai pada gejolak pasar global.

Di tengah upaya Indonesia mengembangkan daya terbarukan, Anggota DPD RI asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Mirah M Fahmid, menilai transisi daya juga perlu dilihat dari sisi faedah ekonominya. Pandangan tersebut dia sampaikan dalam program Sekar Agni Negeri nan diinisiasi detikcom.

"Jadi green energy alias blue energy alias apapun namanya itu ya. Kalau blue energy itu kan lebih ke kelautan ya. Kalau green energy pokoknya kita berupaya mengubah nan dari fosil menjadi energi-energi terbarukan lainnya. Itu sama aja konsepnya dengan tadi Net Zero Emission (NZE)," ujar Mirah M Fahmid dikutip dari detikPagi di 20detik, Kamis (4/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, transisi daya dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap daya fosil nan menghasilkan emisi karbon tinggi dan berpotensi memberikan akibat jelek terhadap lingkungan. Karena itu, penggunaan daya nan lebih bersih dan berkepanjangan perlu terus didorong.

Ia menilai faedah daya terbarukan tidak hanya dirasakan dari sisi lingkungan, tetapi juga berakibat pada kehidupan ekonomi masyarakat. Ketergantungan terhadap daya fosil, kata dia, membikin masyarakat rentan terhadap gangguan pasokan maupun kenaikan nilai akibat aspek eksternal.

"Kalau kita tetap berjuntai terhadap daya fosil itu. So misalnya kayak nelayan misalnya tadi butuh diesel. Tapi jika misalnya stok dieselnya nggak ada. Akhirnya harganya jadi tinggi lantaran stoknya menipis. Akhirnya nelayan jadi tidak bisa membeli. Akhirnya kelak endingnya adalah dia tidak bisa melaut. Akhirnya tidak bisa memberi makan keluarganya dan segala macam," katanya.

Mirah M Fahmid menjelaskan gejolak pasokan daya dunia dapat menimbulkan pengaruh berantai hingga ke level rumah tangga. Kenaikan nilai bahan bakar, misalnya, berpotensi meningkatkan biaya produksi dan mengurangi keahlian masyarakat menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari.

"Jadi banyak hal-hal itu akhirnya dari perihal besar, nan rasa-rasanya kok kayaknya ini nggak langsung nyambung ke diri kita. But anyway itu sangat berimpak apalagi di level sangat mikro seperti itu, level kepala keluarga. Apalagi jika misalnya nilai dieselnya naik, bahan bakarnya naik, nan melaut jadinya susah. Jadi banyak sekali multiplier effect nan negatif jadinya nan terjadi," ujarnya.

Karena itu, dia mendorong pengembangan daya bersih nan lebih terjangkau dan berkelanjutan. Salah satu contohnya melalui pemanfaatan daya surya nan dipadukan dengan teknologi penyimpanan daya sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal.

"Jadi daya nan bersih misalnya kita punya pembangkit listrik tenaga surya nan apung misalnya. Jadi kita bikin dia terapung mini aja gitu ya. Tapi jika tenaga surya itu kan kudu diimbangi dengan baterai. Karena mentari hanya bisa memberikan energinya hanya sekian jam nan optimal. Berarti itu kan kita kudu storage, kita kudu simpan daya itu agar bisa dipakai di malam harinya," jelas Mirah M Fahmid.

Menurutnya, perkembangan teknologi penyimpanan daya membuka kesempatan pemanfaatan daya terbarukan nan lebih luas bagi masyarakat. Ke depan, teknologi tersebut apalagi berpotensi membantu golongan masyarakat seperti nelayan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

"Nanti kita kudu beli baterainya. Nanti baterainya kan ada nan ukurannya kecil. Mungkin kelak ada teknologi apa, akhirnya nelayan melaut pakai sumber energinya dari baterai. Jadi banyak kesempatan nan bisa dikembangkan dari daya bersih ini," katanya.

Selain mendorong pengembangan daya terbarukan, Mirah M Fahmid juga aktif mengawal konsep transisi daya berkeadilan nan memperhatikan akibat ekonomi wilayah serta kesiapan masyarakat menghadapi perubahan menuju ekonomi hijau. Ia juga mendorong pemerintah daerah, khususnya di NTB, untuk menyiapkan pengembangan green jobs alias lapangan kerja hijau.

Lebih lanjut, dia mengatakan generasi muda perlu dibekali keahlian nan relevan agar dapat mengambil kesempatan dalam industri daya terbarukan maupun sektor ekonomi berkepanjangan lainnya. Dengan demikian, transisi daya tidak hanya berkontribusi pada pengurangan emisi, tetapi juga membuka kesempatan ekonomi baru bagi masyarakat.

Kiprah Mirah M Fahmid menjadi salah satu potret kontribusi wanita Indonesia dalam mendorong pembangunan ekonomi berkepanjangan melalui sektor energi. Melalui Sekar Agni Negeri, detikcom mengangkat kisah perempuan-perempuan inspiratif dari beragam bagian nan memberikan akibat positif bagi masyarakat dan bangsa. Program ini datang melalui wawancara unik di detikPagi dan detikSore nan dapat disaksikan secara live streaming maupun di platform digital detikcom.

(prf/ega)

Loading...

Sekar Agni Negeri

Apresiasi detikcom kepada Perempuan Indonesia Inspiratif

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News