Lawyer Muslim Adukan Kasus Hafalan Al-Qur'an Dapat Miras ke Bareskrim

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Aksi challange alias tantangan pembacaan ayat suci Al-Qur'an ditukar dengan minuman keras (miras) oleh salah satu tenant di konser musik The Sound Project diadukan ke Bareskrim Polri.

Aduan Masyarakat itu dilayangkan oleh sejumlah advokat nan tergabung dalam organisasi Asosiasi Lawyer Muslim Indonesia (ALMI) ke Bareskrim Polri pada Selasa (11/8).

Ketua ALMI, Zainul Arifin mengatakan perbuatan tersebut tidak bisa dianggap sebagai intermezo semata. Menurutnya tindakan challange tersebut sudah masuk dalam ranah penistaan agama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menurut irit kami jelas-jelas melakukan penistaan agama. Persoalan ini bukan nan remeh-temeh, lantaran MUI juga sudah bersuara, teman-teman lintas kepercayaan juga sudah bersuara, nan notabene mengecam tindakan seperti ini," ujarnya kepada wartawan.

Oleh karenanya, dia berambisi kepolisian dapat mengungkap kasus dugaan penistaan kepercayaan tersebut secara tuntas. Zainul berambisi proses penegakan norma dapat dilakukan agar kasus serupa tidak terulang di masa nan bakal datang.

"Karena kita tahu pasti ada orang-orang besar di kembali apa peristiwa ini. Kita tahu orang-orang nan bermain dalam perihal alkohol ini tidak mungkin orang kecil. Maka dari itu, kami datang untuk mengawal penegakan hukum," ucapnya.

Dalam kesempatan nan sama, personil ALMI lainnya, Abdul Hakim mengatakan pihaknya meminta agar polisi memeriksa semua nan terlibat dalam peristiwa itu. Mulai dari EO, MC hingga tenant booth minuman keras tersebut.

"Kita mau semua nan terlibat dalam konteks ini, nan terlibat baik MC, baik event organizer, dan nan punya merek alkohol tadi itu. Semua nan terlibat harusnya memang dipanggil oleh, oleh penyidik," jelasnya.

Sebelumnya, sebuah video di media sosial menghebohkan jagat maya dengan tindakan tantangan dari salah satu brand minuman keras (miras) nan menghadiahkan produknya bagi peserta konser nan bisa menghafalkan Surat Ad-Dhuha.

Dalam potongan video nan diunggah akun IG Ustaz Dr. Hilmi Firdausi @hilmi.firdausi, tampak seorang wanita mengikuti tantangan tersebut di booth brand miras. Perempuan itu kemudian membacakan Surat Ad-Dhuha dari awal hingga akhir tanpa terlihat terputus.

Setelah wanita tersebut sukses menyelesaikan hafalannya, sejumlah sales dan laki-laki nan berada di booth langsung berteriak-teriak dan meramaikan suasana. Salah satu pembawa aktivitas nan ada di booth itu kemudian menanyakan identitas wanita tersebut.

"Temannya mana, temannya nan membacakan surat tadi (Surat Ad-Dhuha) mana?. Mau apa mau apa temennya? Pesen," kata wanita tersebut.

Sementara itu, pihak penyelenggara konser The Sounds Project melalui akun media sosial resminya telah menyatakan sikap kecaman atas kejadian nan terjadi di salah satu booth sponsor, ialah Newport, pada tanggal 9 Agustus 2026.

"Kami sebagai penyelenggara aktivitas turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah, dan tidak bakal pernah, membenarkan perilaku nan menjadikan kepercayaan sebagai bahan challenge alias promosi produk dalam corak apa pun," tulis keterangan resmi dari The Sounds Project.

"Kami tegaskan bahwa kejadian tersebut sepenuhnya di luar arahan, persetujuan, dan kendali kami sebagai penyelenggara acara," sambungnya.

(tfq/ugo)

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional