Cikal Bintang
, Jurnalis-Jum'at, 06 Maret 2026 |07:50 WIB

Presiden APPI, Hanif Sjahbandi. (Foto: Cikal Bintang/Okezone)
JAKARTA - Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) mengambil sikap tegas dengan menyiapkan support norma dan psikososial bagi para pemain nan menjadi korban tindakan rasialisme. Langkah ini diambil guna memastikan hak-hak atlet terlindungi di tengah dinamika kejuaraan nasional nan kian memanas.
Pernyataan itu disampaikan Presiden APPI, Hanif Sjahbandi, setelah kembali muncul kasus komentar rasialis nan menimpa pemain muda di kejuaraan nasional. Insiden tersebut terjadi setelah pertandingan antara Persebaya Surabaya melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur pada Senin 2 Maret 2026 lalu.
Dua pemain muda menjadi sasaran komentar bersuara rasialis usai pertandingan tersebut. Mereka adalah Mikael Alfredo Tata dari Persebaya Surabaya dan Kakang Rudianto dari Persib Bandung.
1. Komitmen Pendampingan Hukum dan Psikologis
"Kami langsung berkomunikasi dengan pemainnya sendiri mau seperti apa. Kami posisinya memberi jasa pendampingan (hukum dan psikolog). Kalau memang mau lanjut diproses (hukum) bisa kami dampingi," kata Hanif kepada awak media, termasuk Okezone di Jakarta pada Jumat (6/3/2026).
Mikael Tata
Hanif menegaskan pemberian pendampingan kepada pemain merupakan bagian dari tanggung jawab APPI sebagai organisasi nan menaungi para pesepak bola ahli di Indonesia. Pemain Persija Jakarta itu mau memastikan para pemain merasa aman, baik saat bertanding maupun ketika menjalani kehidupan di luar lapangan.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·