Visual Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT, Kamis (3/9).( Foto: Magma Indonesia )
GUNUNG Ili Lewotolok di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), menunjukkan aktivitas erupsi nan tetap tinggi. Dalam periode pengamatan 2 September 2026 pukul 00.00-24.00 Wita, petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) mencatat 397 kali letusan.
Petugas PGA Ili Lewotolok, Nanda Pramtriwans Joshua Game mengatakan letusan nan terjadi mempunyai amplitudo 30-40 milimeter dengan lama 24-133 detik. Letusan menghasilkan kolom asap setinggi sekitar 500-700 meter di atas puncak kawah dengan warna putih, kelabu hingga hitam.
“Dalam sehari tercatat 397 kali letusan. Selain itu, kami juga merekam 97 kali gempa hembusan dan 78 kali tremor non-harmonik,” kata Nanda dalam laporan aktivitas Gunung Ili Lewotolok, Kamis (3/9).
Aktivitas gunung juga ditandai dengan tetap terlihatnya aliran lava pada dua sektor. Aliran lava sektor selatan-tenggara telah mencapai sekitar 1,8 kilometer dari bibir kawah, sedangkan aliran lava sektor timur laut mencapai sekitar 1,1 kilometer.
Nanda menjelaskan Gunung Ili Lewotolok tetap berada pada Level II alias Waspada. Masyarakat dan visitor diminta tidak memasuki radius 2 kilometer dari pusat aktivitas gunung serta radius 3 kilometer pada sektor selatan dan tenggara.
Warga juga diminta mewaspadai guguran alias longsoran lava dan awan panas nan berpotensi terjadi di sektor selatan-tenggara, barat, serta timur laut. Masyarakat di sekitar gunung diimbau menggunakan masker dan pelindung mata serta menutup tempat penampungan air untuk menghindari paparan abu vulkanik. Selain 397 gempa letusan, Pos PGA juga mencatat satu gempa vulkanik dalam serta dua tremor harmonik selama periode pengamatan Gunung Ili Lewotolok tersebut. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·