IEE Series 2026 Ungkap Masa Depan Ketenagalistrikan RI

Sedang Trending 45 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Umum Perkumpulan Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI) Arsyadany Ghana Akmalaputri menyebut saat ini bumi ketenagalistrikan sedang mengalami perubahan nan sangat fundamental. Hal ini meliputi pertumbuhan kebutuhan energi, percepatan elektrifikasi, perkembangan kendaraan listrik, info center, hingga kehadiran sumber energi.

"Ini adalah momen transformasi lantaran sistem tenaga listrik masa depan tidak lagi hanya menghadapi tantangan untuk menyediakan daya nan lebih baik, tetapi kita kudu membangun sistem nan bisa mengelola kompleksitas, beradaptasi secara cepat," ungkap dia dalam EPI-PJCI Gridnext Symposium 2026

Untuk itu jaringan listrik masa depan kudu bisa membaca kondisi sistem secara lebih cerdas. Ketenagalistrikan juga kudu bisa merespons perubahan secara fleksibel.

"Tentunya tetap tanggung alias resilient dalam menghadapi gangguan, serangan siber, serta menghadirkan pelayaran listrik nan semakin andal bagi masyarakat," tambah Arsyadany.

Dalam kondisi ini, smart grid menjadi krusial untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Smart grid merupakan sistem jaringan pengedaran listrik modern nan menggunakan teknologi digital dan komunikasi dua arah untuk memantau serta mengatur penggunaan daya secara otomatis dan efisien.

"Smart grid adalah transformasi langkah kita mengelola energi. Karena dia menghubungkan teknologi, data, manusia, dan proses upaya ini menjadi satu ekosistem nan bisa menjawab tantangan sistem tenaga di masa depan," tambah dia.

Arsyadany memaparkan smart grid dibangun melalui integrasi advanced distribution management system (ADMS), distributed energy resources management system (DELS), battery energy storage system, information application intelligence, serta analitik berbasis data.

"Maka smart grid ini bakal memberikan keahlian bagi sistem untuk memandang kondisi jaringan secara lebih menyeluruh dalam mengambil keputusan lebih cepat, serta mengoptimalkan operasi sistem secara lebih efisien," terang Arsyadany.

Untuk diketahui simposium Electric Power Indonesia ini merupakan bagian dari pameran Indonesia Energy and Engineering (IEE) Series 2026 nan digelar pada 3 hingga 12 September 2026. Adapun IEE Series terbagi dalam dua sektor ialah Energy Week pada 2-5 September dan Engineering Week pada 9-12 September.

Ajang pertemuan industri B2B terbesar di Asia Tenggara ini mengusung tema "Sustainability for Industrial Transformation" sebagaimana tema tahun lalu.

IEE Series 2026 mencatat peserta dari 39 exhibiting countries dan regions. Total area nan digunakan IEE Series selama dua minggu ialah seluas 108.000 m2, dengan area indoor seluas 68.000 m2, dan area outdoor seluas 40.000 m2.

(rah/rah) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News