Laporan: amp;039;Tentara Hantuamp;039; Buat Houthi Mudah Rebut Kota Mocha dari Pasukan Yaman

Sedang Trending 53 menit yang lalu

SANAA — Pasukan Yaman nan ditempatkan di kota pelabuhan Mocha sama sekali tidak siap menghadapi serangan golongan Houthi, nan menyebabkan kota itu jatuh dengan mudah pada Kamis (10/9/2026), demikian dilaporkan CNN. Menurut laporan tersebut, salah satu perihal nan menyebabkan ketidaksiapan batalion tentara Yaman itu adalah keberadaan personel fiktif, alias nan juga disebut sebagai "Tentara Hantu".

"Tentara Hantu" adalah julukan untuk "nama-nama fiktif" nan didaftarkan sebagai tentara padahal sebenarnya tidak ada. Sebuah sumber Barat nan mengetahui operasi anti-Houthi di Yaman mengatakan kepada CNN bahwa nama-nama fiktif tersebut tetap menerima gaji, sehingga kekuatan militer tampak jauh lebih besar di atas kertas daripada kenyataannya. Menurut sumber tersebut, kekuatan riil pasukan Yaman hanya sekitar 20% dari nomor nan tercatat.

Tanggung jawab atas minimnya perlawanan militer terhadap penguasaan wilayah oleh Houthi ini terbagi di antara para pemimpin Yaman, Amerika Serikat (AS), dan Arab Saudi, dengan beragam sumber nan menyatakan kepada CNN bahwa ada pihak-pihak berbeda nan kudu bertanggung jawab atas kegagalan tersebut.

Salah satu sumber regional CNN menggambarkan jatuhnya Mocha sebagai "kekacauan luar biasa ulah Saudi dan AS" nan disebabkan oleh keterlambatan pengambilan keputusan oleh Washington dan Riyadh.

"Kegagalan kali ini bukan terletak pada pihak Yaman," ujar sumber tersebut kepada CNN pada Jumat (11/9/2026). "Tidak ada satu pun serangan udara nan dilakukan sepanjang hari kemarin (oleh pasukan pendukung Saudi), padahal info terkini terus dilaporkan dari menit ke menit."

Sumber lain menyatakan bahwa militer Saudi sebenarnya telah disiagakan tinggi lantaran adanya kemungkinan pergerakan maju pasukan Houthi sejak beberapa minggu sebelumnya, namun mereka kandas bersiap menghadapi serangan tersebut. Personel kunci komando udara nan bekerja mengarahkan pesawat tempur dikabarkan tidak dikerahkan.

"Saudi membiarkan pihak Yaman menanggung hasilnya sendirian," kata sumber tersebut kepada CNN.

Menurut laporan tersebut, seorang pejabat senior Yaman mengatakan bahwa dia telah berulang kali memperingatkan Komando Pusat AS (CENTCOM) bahwa "situasi sedang menjadi kritis."

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com