Langka dan Memukau! Komet Hijau 220P/McNaught Terpotret Melintas di Langit Namibia

Sedang Trending 52 menit yang lalu
Langka dan Memukau! Komet Hijau 220P/McNaught Terpotret Melintas di Langit Namibia Komet 220P/McNaught melintas di atas Namibia pada 8 Agustus 2026.(Gerald Rhemann dan Michael Jäger)

SEBUAH potret menakjubkan memperlihatkan keelokan komet berwarna hijau terang nan sedang melintas di langit malam Namibia. Fenomena astronomi nan sangat memanjakan mata ini sukses diabadikan oleh pasangan astrofotografer ternama, Gerald Rhemann dan Michael Jäger, pada 8 Agustus 2026.

Objek langit nan menjadi bintang utama dalam foto tersebut adalah Komet 220P/McNaught. Komet ini pertama kali ditemukan astronom asal Australia berjulukan Robert H. McNaught. Berdasarkan info astronomi, komet ini mengorbit Matahari dengan periode revolusi sekali setiap 5,5 tahun.

Pada bulan Juni lalu, Komet 220P/McNaught baru saja mencapai titik perihelion, ialah posisi terdekatnya dengan Matahari dalam lintasan orbit. Saat mendekati Matahari pada periode tersebut, komet ini mengalami ledakan material (outburst) berskala besar. Peristiwa ledakan itu memicu lonjakan kecerahan nan sangat drastis, hingga membikin komet memancar sekitar 8.000 kali lebih terang dibandingkan dengan kondisi normalnya.

Setelah lonjakan ekstrem tersebut, tingkat kecerahan komet sempat mereda. Namun, memasuki bulan Agustus 2026, Komet 220P/McNaught kembali mengalami pendaran sinar nan signifikan, ialah sekitar 600 kali lebih terang dari tingkat kecerahan biasanya. Momentum kemunculan kembali pendaran sinar inilah nan dimanfaatkan oleh Rhemann dan Jäger untuk merekam jejak cahayanya nan melintas bagus di atas daratan Namibia.

Untuk mengabadikan perincian kemegahan visual komet tersebut dari Bumi, Rhemann dan Jäger mengandalkan peralatan astrofotografi khusus. Mereka menggunakan teleskop Astrograph berukuran 12 inci nan dipadukan dengan kamera canggih ZWO ASI 6200 MM Pro. Kombinasi instrumen canggih ini sukses menangkap visual Komet 220P/McNaught secara sangat bening dan mendalam dengan latar belakang taburan bintang di langit malam.

Mengamati keberadaan komet secara langsung dengan mata bugil di langit malam bukanlah perkara nan mudah. Sebagian besar komet nan melintas terlalu redup alias berada pada jarak nan sangat jauh dari Bumi, sehingga memerlukan teleskop berkekuatan tinggi untuk sekadar menemukannya. Oleh lantaran itu, keberhasilan mendokumentasikan Komet 220P/McNaught dengan tingkat perincian dan kejelasan sedemikian rupa menjadi pencapaian luar biasa dalam bumi astrofotografi.

Fenomena komet juga berangkaian erat dengan pemandangan "bintang jatuh" nan kerap kita saksikan dari Bumi. Saat melintasi angkasa, komet meninggalkan remah-remah debu dan batuan di sepanjang jalurnya. Ketika Bumi melintasi jejak sisa material tersebut, partikel-partikel komet bakal terbakar saat memasuki atmosfer Bumi dan menciptakan kejadian hujan meteor.

Sebagai contoh, saat ini hujan meteor Perseid sedang berjalan di langit malam. Fenomena tahunan ini dipicu oleh sisa-sisa debu nan ditinggalkan oleh Komet Swift-Tuttle saat mengelilingi Tata Surya. Di bawah kondisi langit malam nan gelap dan bersih, para pengamat bintang apalagi dapat menyaksikan hingga 100 meteor per jam.

Melalui tangkapan foto spektakuler dari Namibia ini, publik kembali diingatkan bakal keajaiban serta keelokan alam semesta nan terus bergerak di atas kepala kita. (Space/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia