Lampung kembangkan klaster UMKM lewat KDKMP.
, BANDARLAMPUNG, – Pemerintah Provinsi Lampung berencana mengembangkan upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis komoditas unggulan wilayah melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Langkah ini diambil untuk memperkuat hilirisasi produk lokal sekaligus memperluas akses pasar.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Bandarlampung, Rabu, menyatakan bahwa KDKMP tidak hanya berfaedah mendukung hilirisasi, tetapi juga menjadi wadah pengembangan UMKM nan terintegrasi. Para pelaku UMKM bakal dikelompokkan ke dalam beragam klaster berasas komoditas unggulan masing-masing.
Melalui pengelompokan klaster ini, UMKM bakal memperoleh pendampingan, penguatan merek, hingga akses pemasaran dalam satu ekosistem nan saling terhubung. Saat ini, tercatat sekitar 484 ribu UMKM di Lampung, termasuk 134 ribu upaya penyedia akomodasi, makanan dan minuman, serta 112 ribu industri pengolahan.
Integrasi Produksi dan Distribusi
Menurut Gubernur Rahmat, banyak pelaku UMKM tetap menghasilkan produk sejenis dengan merek berbeda, sehingga mereka bersaing di pasar nan sama tanpa didukung jaringan pengedaran nan kuat. Koperasi bakal menjadi penggerak nan mengintegrasikan produksi, pengemasan, pelatihan, dan pemasaran agar UMKM tidak lagi melangkah sendiri-sendiri.
Penguatan jaringan pengedaran melalui KDKMP juga diharapkan bisa memangkas rantai pasok beragam kebutuhan pokok. Dengan demikian, nilai peralatan dapat lebih mendekati harga satuan tertinggi (HET) dan secara langsung meningkatkan daya beli masyarakat.
Rahmat menambahkan, penerapan KDKMP diperkirakan bisa mendorong tambahan perputaran duit di desa hingga sekitar Rp40 triliun hingga Rp50 triliun. Program ini juga bakal memperkuat peran koperasi sebagai penggerak utama ekonomi desa di Provinsi Lampung.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·