Jakarta, CNBC Indonesia - Menjaga jerih payah orang tua agar terus menjadi sumber penghidupan lintas generasi menjadi tekad Ardi Yulianto, pelaku upaya mikro asal Kelurahan Ketapang Besar, Kabupaten Bengkulu Selatan. Berkat support pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI, Ardi sukses mengembangkan upaya ketoprak warisan orang tuanya sebagai sumber rezeki keluarga.
Ardi menceritakan bahwa keputusannya meneruskan upaya ketoprak family berasal dari kemauan untuk menjaga sumber penghidupan nan telah dirintis kedua orang tuanya. Baginya, upaya ketoprak ini bukan sekadar tempat mencari nafkah, melainkan juga bagian dari perjuangan orang tua nan mau terus dia pertahankan.
"Seiring bertambahnya usia orang tua, saya memutuskan meneruskan upaya ketoprak nan sudah dirintis sejak tahun 1990-an. Selama 10 tahun berdagang dengan gerobak, saya terus menjaga cita rasa unik keluarga. Alhamdulillah, pengguna tetap setia, dan kepercayaan mereka menjadi semangat bagi saya untuk terus mengembangkan upaya ini," ujar Ardi dikutip Rabu, (21/10/2026).
Setelah bertahun-tahun melayani puluhan porsi ketoprak setiap hari, Ardi mulai memandang kesempatan untuk mengembangkan usahanya. Keinginan mempunyai tempat berdagang nan lebih nyaman dan mudah dijangkau akhirnya terwujud pada 2017, ketika dia memperoleh akomodasi KUR BRI sebesar Rp25 juta. Pembiayaan tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat kapabilitas usaha, termasuk menyewa warung sebagai tempat berdagang tetap.
Ardi menyebut perubahan langkah berdagang tersebut membawa pengalaman baru bagi dirinya maupun para pelanggan. Jika sebelumnya dia kudu berkeliling menjajakan ketoprak, sekarang pembeli dapat langsung datang ke warung dan menikmati hidangan dengan lebih nyaman. Kehadiran tempat upaya tetap juga memudahkannya melayani pengguna setia sekaligus menjangkau pembeli baru.
"Sangat berterima kasih sekarang sudah punya tempat berdagang sendiri, jadi pengguna tidak perlu mencari gerobak saya lagi. Saya juga lebih leluasa melayani pembeli. Bagi saya, nan paling krusial upaya peninggalan orang tua ini bisa terus melangkah dan semakin berkembang," ungkap Ardi.
Ardi juga mengungkapkan bahwa kebahagiaannya semakin komplit lantaran support dari personil family lainnya nan saling bahu-membahu. Menurutnya, upaya nan dulu dirintis orang tuanya sekarang tidak hanya menjadi sumber penghidupan, tetapi juga membuka ruang bagi personil family lintas generasi untuk turut mengambil peran. Bagi Ardi, kebersamaan ini menjadi langkah untuk menjaga jerih payah orang tua agar terus tumbuh dan memberikan faedah bagi generasi berikutnya.
Seiring berkembangnya usaha, Ardi juga mulai memanfaatkan jasa pembayaran digital QRIS BRI. Fasilitas tersebut memberikan pengganti pembayaran nontunai nan lebih praktis bagi pelanggan, sekaligus membantu upaya kuliner tradisional seperti Ketoprak Mas Ardi beradaptasi dengan perkembangan transaksi digital.
Ardi pun mengapresiasi support BRI nan tidak hanya diwujudkan melalui pembiayaan, tetapi juga melalui pendampingan upaya oleh Mantri BRI. Menurutnya, pelayanan nan ramah dan kemudahan dalam mengakses pembiayaan menjadi bagian krusial dalam perjalanan mengembangkan upaya keluarganya.
"Mantri BRI selama ini baik dan banyak membantu saya, mulai dari proses pengajuan KUR sampai memberikan pengarahan untuk usaha. Alhamdulillah, berkah support tersebut, upaya saya bisa terus berkembang. Dari gerobak keliling hingga mempunyai warung sendiri, saya mau menyampaikan bahwa upaya mini siapa pun dapat menyimpan angan besar bagi sebuah keluarga," ucapnya.
Perkembangan upaya ketoprak milik Ardi Yulianto melalui support KUR BRI sejalan dengan hasil riset nan dilakukan oleh BRI Research Institute pada 2025 berjudul "Survei Efektivitas KUR dan Beban Biaya UMKM". Riset tersebut menunjukkan bahwa pembiayaan KUR dari BRI memberikan akibat positif terhadap peningkatan omzet upaya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga mencapai double digit.
Berdasarkan hasil riset terhadap 2.928 responden penerima pinjaman BRI, sebanyak 66,2% debitur mengalami peningkatan omzet usaha. Bila dirinci, 45,9% responden melaporkan kenaikan omzet di kisaran 5% - 15%. Hasil survei ini juga mengindikasikan bahwa aktivitas upaya pelaku UMKM terus menunjukkan tren perbaikan seiring meningkatnya akses terhadap pembiayaan produktif.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan, melalui penyaluran KUR, BRI menunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan Asta Cita, khususnya pada pilar meningkatkan lapangan kerja nan berbobot serta mendorong kewirausahaan.
"Melalui KUR, BRI membantu UMKM tumbuh lebih tangguh, naik kelas, dan berkekuatan saing di pasar. Peningkatan omzet nan dicapai para debitur menjadi bukti bahwa inklusi finansial bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput," ujar Akhmad.
(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·