kumparan kembali meraih pengakuan internasional dalam arena WAN-IFRA Digital Media Awards Asia 2026. Tahun ini, kumparan membawa pulang tiga penghargaan sekaligus sebagai bukti konsistensi dalam menghadirkan kewartawanan nan relevan dan berdampak.
Adapun tiga penghargaan nan diraih meliputi Best in Audience Engagement untuk strategi Multi-channel Journalism, Best Use of Video untuk karya Behind The Story of Pacu Jalur, serta Best Emerging News Providers untuk ngewarta.
Penghargaan tersebut diberikan oleh WAN-IFRA (World Association of News Publishers) dan diterima oleh Head of Video kumparan Dede Rohali serta Creative Editor ngewarta Andre Josua Simanjuntak. Penyerahan penghargaan berjalan di Festa Pavilion, Rigodon Hall, The Manila Hotel, Filipina, Selasa (28/4/2026).
Capaian ini melanjutkan torehan kumparan nan selama delapan tahun berturut-turut konsisten meraih pengakuan di arena nan sama.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari upaya kumparan dalam menjawab tantangan kewartawanan di era perubahan perilaku konsumsi informasi. Di tengah pergeseran langkah audiens mengakses berita, tantangan utama adalah menjaga agar info tetap relevan, utuh, dan mudah dipahami.
Melalui ngewarta, kumparan menghadirkan cerita nan dekat dengan kehidupan sehari-hari, khususnya pekerja urban. Dengan penyajian sederhana dan mudah dipahami, konten ngewarta mendorong audiens tidak hanya menonton, tetapi juga berbincang dan berbagi pengalaman. Pendekatan ini menjadi salah satu aspek nan membikin ngewarta berkembang pesat dan meraih penghargaan sebagai Best Emerging News Providers.
Sementara itu, karya video Behind The Story of Pacu Jalur datang untuk memberikan pemahaman nan lebih utuh di kembali tradisi Pacu Jalur nan sempat viral. kumparan melakukan peliputan langsung dari lapangan, mengikuti proses, peran, hingga aktivitas masyarakat nan terlibat. Hasilnya, konten tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memberikan konteks nan mendalam kepada audiens.
Di sisi lain, kumparan juga konsisten menerapkan pendekatan Multi-channel Journalism. Melalui strategi ini, satu info dikembangkan menjadi pengalaman nan saling terhubung di beragam platform, tanpa kehilangan standar jurnalistik.
Pendekatan tersebut dinilai bisa menjawab tantangan fragmentasi info di beragam platform. Dengan menyesuaikan format penyajian mulai dari video pendek hingga tulisan mendalam, kumparan tetap menjaga konsistensi isi dan perspektif pandang sehingga audiens dapat memahami info secara utuh.
Seluruh proses produksi konten ini dijalankan dengan standar jurnalistik nan ketat. Mulai dari peliputan langsung di lapangan, pengolahan cerita, hingga pengedaran lintas platform, semuanya dilakukan oleh wartawan untuk memastikan kecermatan dan kredibilitas tetap terjaga.
Penghargaan ini sekaligus menegaskan komitmen kumparan dalam membangun hubungan jangka panjang dengan audiens melalui kewartawanan nan terpercaya, relevan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·