Kuasa norma mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyebut kebijakan kliennya membagi 20.000 kuota tambahan haji 2024 secara 50:50 antara jemaah reguler dan haji unik didorong atas pertimbangan keselamatan jemaah.
Hal tersebut disampaikan oleh tim kuasa norma dalam media briefing di Jakarta Selatan pada Senin (10/8), sehari menjelang sidang perdana Gus Yaqut di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Salah satu kuasa norma Gus Yaqut, Mellisa Anggraini, mengatakan penambahan kuota haji berangkaian dengan kesiapan pelayanan, transportasi, akomodasi hingga kondisi kepadatan jemaah di Arab Saudi.
Ia lebih lanjut menyebut perihal krusial nan perlu diperhatikan adalah nyawa jemaah.
“Kuota ini memang kuota ini bentuknya angka, tapi penerapannya, mekanismenya enggak bisa dengan nomor ya. Karena dia punya akibat terhadap pelayanan jemaah. Apa itu? Transportasinya, penerbangannya, slot time-nya, akomodasi, transportasi, embarkasi, petugas, itu banyak sekali. Jadi enggak bisa hanya, ‘Oh 8.000, oh 20.000 jemaah udah pasti langsung nyampe’," kata Mellisa, Senin (10/8).
“Ini nan diberangkatin bukan kopernya. Ada nyawa jemaah,” lanjutnya.
Mellisa mengatakan pertimbangan keselamatan tersebut berkaca dari pengalaman penyelenggaraan haji pada tahun-tahun sebelumnya. Dia mencontohkan kondisi penyelenggaraan haji pada 2023.
Pada 2023, Mina Jadid tetap digunakan untuk menampung jemaah. Namun, area tersebut kemudian tidak lagi digunakan pada 2024 sehingga jemaah kudu dipindahkan ke area lain.
Mellisa mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam penentuan pembagian tambahan kuota haji pada 2024. Saat itu, tambahan 20.000 kuota dibagi menjadi 10.000 untuk haji reguler dan 10.000 untuk haji khusus.
Ia menyebut keputusan pembagian 50:50 tidak dapat dinilai seperti kebijakan kementerian dalam kondisi biasanya.
Menurutnya, waktu persiapan haji sangat terbatas lantaran penyelenggaraan ibadah haji berjalan pada waktu dan tempat tertentu.
Mellisa kemudian menceritakan percakapannya dengan Gus Yaqut. Kata Gus Yaqut, keselamatan jemaah menjadi pertimbangannya ketika mengambil keputusan mengenai kuota tambahan tersebut.
“Sehingga acapkali kita tanya ke Gus Yaqut, ‘Gus jika ini diulang lagi waktunya Gus mengambil kuota tambahan ini, Gus bakal berubah enggak?’ ‘Enggak. Karena keselamatan jemaah itu beban moralku, Mel. Karena saya pernah ngerasain haji nan ditelantarkan.’ Itu kata Gus Yaqut,” ceritanya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·