Jakarta - KRL Cikarang dan Bekasi Timur terdampak kecelakaan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek nan menabrak KRL arah Cikarang hingga menyebabkan 15 orang meninggal. Rencananya, KRL Cikarang dan Bekasi Timur ditargetkan bisa beraksi lagi siang ini.
Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam konvensi pers, Rabu (29/4/2026). Pihaknya menunggu clearance dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
"Pada hari ini Insyaallah andaikan telah diberikan clearance oleh KNKT, lantaran KNKT menjadi pihak nan bertanggung jawab melakukan investigasi, andaikan sudah ada clearance dari KNKT kami bakal membuka kembali jasa KRL Jabodetabek nan dari Cikarang dan Bekasi Timur untuk beraksi lagi," ujarnya.
Dia mengatakan saat ini tetap dalam proses uji coba. Uji coba dilakukan pada rel untuk memastikan layanan.
"Sekarang kami dalam proses persiapan uji coba. Baik uji coba rel, jalan dan sebagainya untuk memastikan stasiun ini sudah bisa melayani kembali," ungkapnya.
Dia mengatakan nan paling utama ialah keselamatan penumpang. Menurutnya, inilah nan paling penting.
"Yang paling utama adalah keselamatan. Itu nan paling penting. nan mau kami tekankan kepada PT KAI dalam mempersiapkan stasiun Bekasi Timur," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin menegaskan bahwa jasa KRL bakal dibuka siang ini. Semua bakal dipastikan beraksi seperti sebelumnya.
"Insyallah siang kita bakal membuka jasa KRL kita, Cikarang Line nan bakal beraksi dan berfrekuensi sama dengan sebelumnya," ujarnya.
Dia menegaskan bahwa keselamatan adalah prioritas KAI. Dia tidak mau menurunkan tingkat keselamatan.
"Kami perlu menegaskan juga, keselamatan adalah prioritas kami. Kami tidak ada toleransi sama sekali untuk melanggar alias tingkat keselamatan," katanya.
Dia menjelaskan bahwa pembukaan operasional dilakukan bertahap. Semua berasas intruksi dari KNKT.
"Prosesnya bakal kita lakukan bertahap. Dan pada saat ini sudah dapat clearance dari KNKT jalur itu sudah bisa dilakukan, dengan catatan pembatasan kecepatan," jelasnya.
Sebelumnya, KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL nan sedang berakhir di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Peristiwa itu berasal dari taksi tertemper KRL di perlintasan nan tak jauh dari Stasiun Bekasi Timur.
Peristiwa taksi tertemper KRL itu mengakibatkan KRL di Stasiun Bekasi menunggu. KA Argo Bromo Anggrek kemudian datang dan menabrak dari belakang.
Korban tewas kecelakaan kereta api tersebut mencapai 15 orang dan puluhan orang terluka. (rdp/imk)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·