Korut Uji Coba Senjata Baru: Bom Blackout dan Elektromagnetik

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

 Bom Blackout dan Elektromagnetik

Ilustrasi.

JAKARTA – Korea Utara telah melakukan serangkaian uji coba senjata berteknologi tinggi dalam upaya memperluas persenjataannya dengan senjata elektromagnetik, peledak serat karbon, dan sistem pertahanan udara bergerak baru, lapor instansi buletin negara KCNA.

Uji coba tersebut dilakukan selama tiga hari. Kim Jong-sik, seorang jenderal nan mengawasi uji coba itu, menggambarkan sistem elektromagnetik dan peledak serat karbon sebagai "aset khusus" dalam persenjataan negara, tetapi memberikan sedikit perincian tentang sifat senjata baru tersebut.

Militer Korea Selatan mengatakan telah mendeteksi beberapa peluncuran rudal dari wilayah Korea Utara. Proyektil tersebut terbang sejauh 240 hingga 700 km, menurut Reuters.

Dilansir RT, peledak serat karbon blackout dirancang untuk menyebarkan filamen berisi grafit konduktif di atas jaringan listrik dan pembangkit listrik untuk menyebabkan korsleting. Senjata pulsa elektromagnetik (EMP) non-nuklir adalah jenis perangkat lain nan serupa, dimaksudkan untuk menetralkan sirkuit elektronik pada aset militer seperti sistem radar dan pesawat terbang. Menurut KCNA, uji coba itu juga melibatkan hulu ledak kluster baru untuk Hwasong-11, rudal balistik berkekuatan nuklir.

Uji coba tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea.

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa (7/4/2026), Wakil Menteri Luar Negeri Pertama Korea Utara Jang Kum-chol menggambarkan Korea Selatan sebagai "negara musuh nan paling bermusuhan".

Awal pekan ini, Seoul meminta maaf kepada Pyongyang atas serangan pesawat tak berawak, menyangkal keterlibatan resmi dan menyatakan bahwa peluncuran tersebut merupakan inisiatif swasta. Tiga orang – termasuk seorang tenaga kerja Badan Intelijen Nasional, seorang perwira militer Korea Selatan, dan seorang mahasiswa pascasarjana – menghadapi dakwaan.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com