Feby Novalius
, Jurnalis-Rabu, 28 Januari 2026 |12:46 WIB

Pada pembukaan perdagangan hari ini, IHSG langsung berada di area merah. (Foto: Okezone.com)
JAKARTA – Koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai menjadi momentum bagi otoritas pasar Indonesia untuk memperkuat sejumlah aspek nan tetap perlu dibenahi, terutama mengenai transparansi struktur kepemilikan saham. Pada pembukaan perdagangan hari ini, IHSG langsung berada di area merah dengan melemah lebih dari 6% ke level 8.393,51.
Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia (PAEI), David Sutyanto, menyampaikan bahwa situasi ini dapat dilihat sebagai momentum perbaikan, bukan semata-mata sebagai ancaman.
“Pasar modal Indonesia mempunyai fondasi nan kuat, jumlah penanammodal domestik nan terus bertumbuh, esensial ekonomi nan relatif solid, serta emiten dengan kualitas upaya nan kompetitif secara regional,” ujarnya, Rabu (28/1/2026).
Menurutnya, koreksi IHSG hari ini sebaiknya dipahami sebagai refleksi dari proses penyesuaian pasar terhadap info baru. Selain itu, kondisi ini juga memberikan kesempatan bagi pasar modal Indonesia untuk melakukan penguatan struktural nan berpotensi memberikan akibat positif dalam jangka panjang.
“Jika momentum ini dimanfaatkan dengan baik, bukan hanya status Indonesia sebagai emerging market nan dapat dipertahankan, tetapi kualitas pasar modal nasional justru dapat meningkat dan semakin dipercaya oleh penanammodal global,” ujarnya.
Sementara itu, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji, menilai bahwa pelemahan IHSG hari ini kurang mencerminkan kondisi ekonomi Indonesia nan saat ini tetap solid. Oleh lantaran itu, penurunan indeks justru dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan investasi.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·