Wakil Ketua Komisi IV DPR Fraksi PDIP, Alex Indra Lukman, meminta Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyusun standard operating procedure (SOP) unik untuk melindungi satwa saat terjadi kebakaran rimba dan lahan (karhutla). Desakan ini buntut matinya seekor orang utan berjulukan Sempurna akibat terdampak asap karhutla di Kalimantan Barat (Kalbar).
"Kemenhut kudu menyusun SOP mengenai perlindungan terhadap satwa nan dilindungi jika terjadi karhutla, misalnya dalam menghadapi kabut asap, manusia bisa menggunakan masker tetapi gimana dengan satwa nan dilindungi," kata Alex kepada wartawan, Jumat (4/9/2026).
Alex mengatakan wilayah konservasi semestinya mendapatkan perlindungan dari beragam gangguan, termasuk karhutla. Alex mendesak ada hukuman tegas bagi pelaku karhutla.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wilayah konservasi harusnya terlindungi dari gangguan apalagi musibah nan disebabkan oleh manusia, oleh lantaran itu kudu ada tindakan tegas bukan hanya administratif pada para pelaku," ujarnya.
Politikus PDIP ini menilai karhutla sudah bisa dikategorikan sebagai musibah lantaran berakibat jelek terhadap beragam sektor kehidupan. Sebab itu, menurutnya, penanganannya tidak boleh dilakukan secara sektoral.
"Kebakaran rimba dan lahan adalah musibah lantaran sudah berakibat jelek pada beragam sektor kehidupan termasuk pada satwa nan dilindungi maka kudu diatasi dengan sistem penanggulangan bencana, di mana kudu diberlakukan tanggap darurat serta penanganan nan terpadu, tidak lagi sektoral," jelasnya.
"Untuk terpadu, maka kudu ada satu lembaga nan bertanggung jawab penuh dalam pelaksanaannya, dalam perihal ini kita telah lama membentuk Badan Penanggulangan Bencana Nasional," imbuh dia.
Sebelumnya, Kemenhut mengonfirmasi kematian seekor orang utan Kalimantan (Pongo pygmaeus) berjulukan Sempurna. Sempurna sebelumnya ditemukan pingsan lantaran mengalami gangguan pernapasan diduga akibat paparan asap karhutla di Kabupaten Ketapang, Kalbar.
Dilansir Antara, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Murlan Dameria Pane menyampaikan dukacita atas kematian Sempurna. Sempurna ditemukan dalam kondisi sangat lemah dan mengalami gangguan pernapasan di Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang.
"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan. Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim BKSDA Kalimantan Barat berbareng YIARI segera melakukan pemindahan dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa. Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta aspek nan diduga berkontribusi terhadap kematiannya," kata Murlan, Kamis (3/9).
(amw/rfs)
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·