Tim Okezone
, Jurnalis-Kamis, 23 April 2026 |21:47 WIB

Pesawat Tempur KF-21 Boramae kerjasama Korea Selatan dan Indonesia/Dispenau
JAKARTA - Kerja sama strategis Indonesia dan Korea Selatan di bagian pertahanan, kepintaran buatan (artificial intelligence/AI), keamanan siber, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) dinilai mempunyai makna krusial bagi penguatan posisi nasional Indonesia di tengah dinamika keamanan Indo-Pasifik.
Demikian disampaikan Pakar pertahanan dan hubungan internasional Binus University Curie Maharani, saat pembukaan Lomba Menulis Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) berjudul ‘’Kemitraan Strategis RI-Korsel 2026: Pertahanan, AI, dan Pengembangan SDM’’ di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Dalam perspektif kepentingan nasional Indonesia, kerja sama strategis dengan Korsel membawa sejumlah potensi. Pertama, sebagai sumber akses bagi Indonesia untuk mendapatkan teknologi standar Barat dari tangan kedua.
Kedua, Korsel sebagai raksasa baru industri pertahanan bumi dengan konsumen global, memerlukan rantai suplai berkekuatan saing nan memungkinkan diisi oleh Indonesia. Ketiga, kedua negara mempunyai konvergensi nilai nan menjunjung penggunaan AI nan bertanggung jawab di sektor pertahanan.
‘’Indonesia perlu menyusun strategi nan tepat untuk memaksimalkan potensi kemitraan dengan Korsel tersebut,’’ ujarnya.
Curie menyoroti kerjasama pengembangan Jet Tempur KF-21 Boramae sebagai proyek strategis bagi kemandirian industri pertahanan Indonesia, meskipun ekspektasi awal perlu disesuaikan dengan realitas terkini.
“Pengembangan KF-21 tetap strategis meski mungkin faedah nan bakal didapat tidak sama seperti nan diperhitungkan di awal.
Harapannya, penambahan mitra baru dalam pengembangan jenis lanjutan Jet Tempur KF-21 bakal mengurangi cost share dan akibat kegagalan nan ditanggung kedua negara,” jelas Curie.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·