Kolaborasi Kemendikdasmen dan ANRI: Jadikan Arsip Sumber Pembelajaran dan Dokumen Hidup

Sedang Trending 2 hari yang lalu
 Jadikan Arsip Sumber Pembelajaran dan Dokumen Hidup Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menandatangani Nota Kesepahaman antara Kemendikdasmen dengan ANRI.(Dok. Kemendikdasmen)

MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menandatangani Nota Kesepahaman antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Langkah ini dibarengi dengan penyerahan arsip tetap Kemendikdasmen, termasuk naskah national statement Mendikdasmen dalam Sidang Umum UNESCO ke-43.

Kolaborasi ini bermaksud memperkuat pengelolaan dan pemanfaatan arsip sebagai sumber informasi, pembelajaran, kebudayaan, serta sejarah bangsa. Mendikdasmen menekankan bahwa arsip mempunyai peran vital dalam menghadirkan kembali peristiwa-peristiwa krusial nan membentuk perjalanan bangsa.

“Inilah nan menurut saya menjadi bagian dari gimana arsip itu menjadi arsip hidup. Dia tidak hanya menjadi tumpukan kertas, tetapi menjadi arsip hidup nan membikin bangsa itu juga menjadi kaya dengan dokumennya itu dan bisa berhasil dengan dokumennya itu,” ujar Abdul Mu’ti di Jakarta, Kamis (27/8).

Menurutnya, arsip masa lampau merupakan modal sejarah dan intelektual bagi bangsa untuk memahami perjalanan nan telah dilalui sekaligus menatap masa depan dengan optimisme. Kehadiran arsip otentik dinilai memberikan makna mendalam dalam konteks proses belajar.

Tonggak Sejarah di UNESCO

Salah satu arsip krusial nan diserahkan adalah naskah national statement dalam Sidang Umum UNESCO. Menteri Mu’ti menyebut arsip tersebut sebagai tonggak sejarah, terutama mengenai pengakuan bahasa Indonesia di tingkat internasional.

“Semuanya adalah bagian dari sejarah bangsa nan menjadi tonggak krusial tidak hanya bagi kita sebagai bangsa Indonesia, tetapi juga bagi peradaban dunia. Karena dengan menjadi salah satu bahasa resmi UNESCO, Indonesia berkontribusi besar dalam membangun khazanah kesusastraan dan peradaban dunia,” tuturnya.

Arsip Sebagai Sumber Pengetahuan

Kepala ANRI, Mego Pinandito, menjelaskan bahwa sinergi ini mencakup peningkatan tata kelola kearsipan, mulai dari penyelamatan, pelestarian, hingga perlindungan. Namun, konsentrasi utamanya adalah pemanfaatan arsip secara lebih luas bagi masyarakat.

Mego memberikan apresiasi tinggi atas keahlian kearsipan Kemendikdasmen. Berdasarkan hasil pengawasan tahun 2025, Kemendikdasmen meraih nilai 98,14 dengan kategori sangat memuaskan. Selain itu, tingkat digitalisasi arsip kementerian tersebut mencapai 98,09, juga dalam kategori sangat memuaskan.

“Jadi dengan model nan seperti inilah kemudian kami selalu mengharapkan kementerian dan lembaga bisa minimal sama dengan Kemendikdasmen,” kata Mego.

Ia mendorong agar arsip tetap nan dilestarikan di ANRI tidak hanya berakhir sebagai bukti pertanggungjawaban administratif, tetapi beralih bentuk menjadi sumber pengetahuan nan kaya bagi pendidikan dan kebudayaan.

Rangkaian aktivitas ini juga diisi dengan forum obrolan serta penandatanganan perjanjian kerja sama teknis mengenai pemanfaatan arsip tetap dalam pembelajaran dan penyusunan kitab pendidikan nasional. (H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia