Kobaran Api di Gang Sempit Kemayoran saat Malam Tahlilan

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah kobaran api nan menghanguskan ratusan gedung di Kebon Kosong, Kemayoran, Edo tak sempat menyelamatkan kekayaan benda. nan terpenting baginya malam itu adalah memastikan seluruh keluarganya selamat.

Teriakan penduduk memecah malam di Pasar Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat. Tak lama setelah tahlilan berlangsung, kobaran api mulai terlihat dan menyebar sigap di permukiman padat Kebon Kosong.

Di tengah kepanikan itu, Edo (59) bergerak cepat. Ia tidak berpikir untuk menyelamatkan peralatan berbobot alias kekayaan barang nan dimilikinya. Prioritasnya hanya satu, membawa keluarganya ke tempat nan aman.

Namun, waktu melangkah lebih sigap daripada nan dia bayangkan. Dalam hitungan menit, api menjalar dari satu rumah ke rumah lainnya. Rumah milik Edo dan para tetangganya tak bisa diselamatkan. Bangunan nan sebelumnya berdiri rapat sekarang berubah menjadi puing-puing nan nyaris rata dengan tanah.

Saat kobaran api semakin membesar, Edo berbareng sejumlah penduduk sempat berupaya melakukan pemadaman secara mandiri. Mereka naik ke area nan lebih tinggi sembari membawa ember berisi air, berambisi bisa memperlambat laju api sebelum support datang.

Upaya itu tak banyak membantu. Api bergerak lebih sigap daripada tenaga nan mereka miliki.

"Saya naik-naik sama warga, tapi udah keburu gede apinya," kata Edo saat ditemui Liputan6.com, Selasa (2/6/2026).

Kebakaran tersebut terjadi pada Senin malam sekitar pukul 21.10 WIB. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri mengatakan dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik.

"Penyebab kebakaran diduga dari korsleting arus listrik," ujar Erlyn.

Berdasarkan keterangan saksi berinisial D nan merupakan pengurus RW 04, api pertama kali diduga muncul dari dua rumah nan berada di belakang letak tempat tinggalnya. Salah satu rumah milik penduduk berinisial DH disebut sebagai titik awal munculnya api.

"Sekitar pukul 21.00 WIB tiba-tiba api muncul dari dua rumah di belakang saksi, lampau langsung membesar," kata Erlyn mengutip keterangan saksi.

Warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan tiga perangkat pemadam api ringan (APAR) milik Sekretariat RW 04. Namun kobaran api dengan sigap merembet ke gedung lain nan berdiri rapat di area tersebut.

Data sementara menunjukkan sekitar 250 gedung semi permanen terdampak kebakaran. Bangunan-bangunan tersebut dihuni sekitar 300 kepala family alias kurang lebih 500 jiwa.

Personel campuran berbareng petugas pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke letak setelah menerima laporan dari warga. Hingga kini, polisi tetap melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

"Setelah sampai di obyek TKP, Padal beserta personil mengamankan TKP dan mencari saksi untuk dimintai keterangan," ujar Erlyn.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita