Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap jarak waktu nan terjadi antara kecelakaan KRL vs taksi Green SM dengan KRL vs KA Argo Bromo Anggrek di area Bekasi Timur, Senin (27/4) lalu. Jarak waktu antara dua kecelakaan itu terbilang singkat.
"Jadi 20:52:12 terjadi tabrakan, jadi antara tabrakan KA 5181 dengan taksi dan jarak waktu dengan KA Bromo Anggrek tabrakan dengan Commuter Line 5568 sekitar 3 menit 43 detik," kata Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, dalam rapat berbareng Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (21/5).
"Jadi memang cukup singkat antara tabrakan 5181 dengan tabrakan Argo Bromo 3 menit 43 detik," sambung dia.
Soerjanto mengatakan, tabrakan antara KRL vs taksi Green SM itu terjadi pada pukul 20.48.29 WIB. Kecelakaan tepatnya terjadi di perlintasan sebidang di Bekasi Timur.
Pada jalur berlawanan, KRL lainnya sedang berakhir di Stasiun Bekasi Timur proses naik turun penumpang. Saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek melaju di jalur nan sama.
"KA 5568 setelah naik turun penumpang melangkah 1,69 meter, jadi hanya pendek aja, dan berakhir lantaran masinis memandang kerumunan masyarakat di jalur hulu," ungkap dia.
KRL itu berakhir lantaran memandang adanya penduduk nan bergerombol menyaksikan tertemper-nya taksi Green SM. Hingga akhirnya, KRL nan sedang berakhir di stasiun itu tertabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek.
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, bertanya soal sinyal nan didapat KA Argo Bromo Anggrek sehingga terus berjalan.
"Berarti konklusi nan didapat oleh KNKT waktu terjadi tabrakan antara kereta dengan mobil, terus bergerak-lah kereta Argo Bromo Anggrek dan terjadilah menabrak kereta Commuter Line itu sinyalnya sudah hijau Pak ya?" tanya Lasarus.
"Sinyalnya hijau, Pak," jawab Soerjanto.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·