KKP Pastikan Bisnis Rantai Dingin di Kampung Nelayan Dikelola Profesional

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

KKP Pastikan Bisnis Rantai Dingin di Kampung Nelayan Dikelola Profesional

Kampung Nelayan Merah Putih. (Foto: Okezone.com/KKP)

JAKARTA – Pengelolaan rantai dingin hasil perikanan di Kampung Nelayan Merah Putih terus diperkuat agar produk tetap segar dan berbobot tinggi. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menekankan pentingnya pengelolaan pascapanen nan profesional, mulai dari produksi hingga distribusi, sebagai kunci peningkatan daya saing dan kesejahteraan nelayan.

KKP memastikan pengelolaan rantai dingin melangkah secara ahli melalui pengarahan teknis pengelolaan upaya rantai dingin nan efisien dan berkepanjangan di letak KNMP kepada pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Plt. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Machmud, mengatakan keberadaan pabrik es dan cold storage di KNMP berkedudukan krusial dalam peningkatan kesejahteraan nelayan, sejalan dengan visi ekonomi biru dan ketahanan pangan nasional. KKP juga berkomitmen menjaga mutu dan kualitas produk selama proses produksi, penyimpanan, distribusi, dan pemasaran di unit upaya hilir hasil perikanan.

"Pengelolaan pascapanen nan berfokus pada mutu dan kualitas selama proses produksi hingga pemasaran menjadikan produk perikanan mempunyai daya saing dan nilai tambah tinggi," terang Machmud, Senin (9/2/2026).

Machmud memastikan KKP turut memfasilitasi penyediaan sarana dan prasarana rantai dingin terintegrasi, meliputi penyimpanan kaku alias cold storage portabel, pabrik es, kendaraan berpendingin, serta cool box, nan bermaksud menjaga mutu dan kualitas hasil tangkapan nelayan sejak pasca panen hingga ke tangan konsumen.

Melalui Bimtek, Machmud berambisi pengelola KNMP memperoleh pembelajaran strategis untuk memperkuat kapabilitas pengelolaan sistem rantai dingin secara efisien dan berkelanjutan. Dengan pengelolaan nan baik, sarana nan tersedia tidak hanya berfaedah sebagai fasilitas, tetapi juga sebagai instrumen pembuatan nilai tambah dan peningkatan kesejahteraan nelayan.

Ke depan, pengarahan teknis dan pendampingan di lapangan bakal terus dilakukan dengan melibatkan Kementerian Koperasi. "Keberhasilan rantai dingin tidak hanya ditentukan oleh kesiapan infrastruktur, tetapi terutama oleh kualitas pengelolaan usaha," tuturnya.

Senada, Direktur Pemberdayaan Usaha Ditjen PDS, Catur Sarwanto, menyebut Bimtek kali ini sebagai bagian dari percepatan program KDMP dan KNMP. Ia menyebutkan, 350 peserta Bimtek merupakan para pengurus KDMP hingga Kepala Dinas Kabupaten/Kota di 65 letak nan telah menerima sarana dan prasarana rantai dingin, seperti kendaraan berpendingin dan cold storage.

"Bimtek ini merupakan pembekalan bagi para pengurus koperasi nan bakal mengelola sarana dan prasarana sistem rantai dingin di KNMP," tutur Catur.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com