
Ganda putri asal Ukraina, Polina Buhrova/Yevheniia Kantemyr. (Foto: Instagram/yevheniia__kantemyr)
KEHADIRAN pasangan dobel putri Ukraina, Polina Buhrova/Yevheniia Kantemyr, di arena BWF World Championships 2026 di New Delhi, India bukan sekadar tentang mengejar prestasi di atas lapangan bulu tangkis. Bagi keduanya, turnamen bergengsi ini menjadi panggung untuk menunjukkan ketangguhan jiwa bangsa Ukraina nan hingga sekarang tetap berjuang menghadapi invasi Rusia.
Kehidupan penduduk Ukraina, termasuk para atletnya, memang berubah drastis sejak bentrok pecah pada 2022. Bagi Buhrova nan berasal dari Kharkiv, perang bukan lagi sekadar buletin di layar kaca, melainkan realitas pahit nan kudu dia jalani setiap hari di tanah kelahirannya.
1. Berlatih di Bawah Ancaman Bom
Buhrova mengungkapkan situasi di negaranya tetap sangat memprihatinkan hingga saat ini. Namun, dia menegaskan ujian berat tersebut justru menjadi bahan bakar semangatnya untuk terus berjuang. Ia merasa bangga bisa berdiri di kancah internasional sebagai pejuang nan membawa nama baik negaranya.
"Situasinya tetap sangat, sangat buruk, Hal ini memang sangat sulit, tetapi itu juga memberi saya banyak kekuatan, dan saya sangat bangga mewakili negara saya sebagai seorang petarung, serta menunjukkan gimana Ukraina berjuang, percaya, dan terus berkembang,” cerita Buhrova, melansir dari New Straits Times, Sabtu (22/8/2026).
Polina Buhrova (Foto: Instagram/@buhrova.poly)
Lebih jauh, Buhrova membagikan memori traumatis saat dirinya tetap memperkuat di Ukraina di awal invasi. Latihan intensif nan semestinya konsentrasi pada teknik dan bentuk kudu terganggu oleh ancaman serangan udara nan datang sewaktu-waktu.
"Saat perang dimulai, saya berada di Ukraina. Kami berlatih di bawah ancaman bom. Suara sirine bakal berbunyi, dan Anda kudu menjatuhkan semuanya ke lantai lampau berlari ke tempat perlindungan," tambahnya.
2. Ikut Ramaikan Kejuaraan Dunia
Demi keberlangsungan pekerjaan dan keselamatan, skuad bulu tangkis nasional Ukraina akhirnya memutuskan untuk memindahkan pusat training mereka ke Italia. Keputusan ini diambil lantaran kondisi di dalam negeri sudah tidak memungkinkan lagi untuk melakukan persiapan atlet elit.
22 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·