
Legenda Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto. (Foto: Instagram/kurniawanqana)
NAMA Kurniawan Dwi Yulianto tetap kekal sebagai salah satu ikon terbesar sepak bola Indonesia. Jauh sebelum tren pemain lokal merumput di luar negeri seramai sekarang, laki-laki nan berkawan disapa si Kurus ini sudah lebih dulu menapaki kerasnya kejuaraan Eropa.
Langkah besarnya dimulai saat Kurniawan terpilih dalam program PSSI Primavera nan membawanya terbang ke Italia untuk menimba pengetahuan di Sampdoria pada tahun 1993.
1. Pengalaman Berharga
Statusnya saat itu adalah pemain muda berbakat. Tak heran kualitas Kurniawan sukses mencuri perhatian Sven-Goran Eriksson, pembimbing Sampdoria kala itu.
Tak tanggung-tanggung, anak muda asal Magelang ini dipercaya untuk mencicipi atmosfer latihan berbareng tim utama. Di sana, dia berbagi lapangan dengan deretan megabintang bumi seperti Roberto Mancini, Ruud Gullit, David Platt, hingga Attilio Lombardo.
Pengalaman nan awalnya dianggap mustahil itu pun berubah menjadi realita nan membanggakan bagi Kurniawan. Momen puncak kedekatannya dengan Il Samp –julukan Sampdoria– terjadi pada Mei 1994, saat dia disertakan dalam tur pramusim Asia ke Thailand, Hong Kong, dan Indonesia.
Kurniawan Dwi Yulianto Sportku
Pada 8 Mei 1994, sejarah tercipta di Stadion Utama Senayan (kini GBK). Di hadapan sekira 100.000 penonton nan memadati stadion, Kurniawan nan mengenakan seragam Sampdoria sukses mencetak gol ke gawang Indonesia Selection.
Walau hanya tampil selama 45 menit, gol tersebut menegaskan potensinya sebagai penyerang kelas bumi di usia nan tetap 17 tahun.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin bola lainnya
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·