Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto melayangkan sinyal nihilnya pemberian insentif untuk kendaraan elektrifikasi jenis hibrida selama periode tahun ini.
"(Penjualan) hybrid itu sudah bagus kan year-to-date (YtD) naiknya 45 persen. Jadi artinya kebijakan nan dilakukan pemerintah sudah sesuai dengan skema," kata Airlangga di ICE BSD, Tangerang, Jumat (7/8).
Menurutnya, kendaraan jenis teknologi ini sudah mulai diterima baik oleh masyarakat luas lantaran dapat menjadi pengganti untuk transisi elektrifikasi bagi nan belum mau langsung beranjak ke battery electric vehicle (BEV) alias listrik murni.
"Karena sudah jalan, insentifnya sudah full. Insentif itu diberikan untuk produksi nasional, dan ini (model hybrid) produksinya sudah nasional," jelas Airlangga.
Airlangga menambahkan, kebijakan stimulus dari pemerintah dalam pengembangan industri otomotif untuk kendaraan elektrifikasi dikatakan melangkah dengan baik. Selain itu, hasil tersebut turut berkontribusi pada local purchase manufaktur Tanah Air.
"Produksinya sudah bagus, penjualan juga sudah naik 45 persen dibandingkan tahun lalu. Jadi tujuan pemerintah untuk meningkatkan local content sudah tercapai," katanya.
Kinerja mobil hybrid di Indonesia semakin menunjukkan tren positif sepanjang semester pertama 2026. Data Gaikindo mencatat penjualan hybrid nasional mencapai 42.366 unit, naik 47 persen dibanding periode nan sama tahun lalu.
Daftar mobil hybrid terlaris di semester 1 2026
Toyota Innova Zenix HEV: 13.279 unit
Toyota Veloz HEV: 11.147 unit
Suzuki XL-7 Hybrid: 4.293 unit
Honda HR-V e:HEV: 2.792 unit
Suzuki Fronx Hybrid: 2.183 unit
Toyota Yaris Cross HEV: 1.590 unit
Chery Tiggo Cross CSH: 1.441 unit
Toyota Alphard HEV: 1.256 unit
Hyundai Palisade Hybrid: 566 unit
Suzuki Grand Vitara Hybrid: 505 unit
Daihatsu Rocky Hybrid: 430 unit
Chery Omoda C5 CSH: 419 unit
Hyundai Santa Fe Hybrid: 413 unit
Honda Step WGN RS e:HEV: 245 unit
BAIC BJ-30 HEV: 214 unit.
5 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·