Arief Setyadi
, Jurnalis-Kamis, 16 April 2026 |16:28 WIB

Benny Moerdani (Foto: Ist)
JAKARTA - Benny Moerdani, tokoh legendaris Kopassus nyaris kehilangan nyawa setelah menjadi sasaran tembak pasukan elite dunia, Special Air Service (SAS) dan marinir Belanda Koninklijke Mariniers. Kala itu, Benny tetap berkedudukan kapten di RPKAD (sekarang dikenal Kopassus) diterjunkan dalam Operasi Naga di Irian Barat.
Operasi Naga tergolong berat lantaran bermaksud menggagalkan rencana Belanda membentuk “negara boneka” di Papua. Operasi ini juga menjadi bagian dari strategi TNI untuk memecah konsentrasi kekuatan Belanda nan mencapai sekitar 10.000 personel dan berpusat di Biak.
Dalam kitab Benny Moerdani nan Belum Terungkap, disebutkan adanya upaya perburuan terhadap Benny oleh pasukan elite Belanda. Sebanyak 213 prajurit Kopassus diterjunkan dalam Operasi Naga menggunakan tiga pesawat C-130 Hercules di wilayah Merauke, Papua, pada 23 Juni 1962.
Namun, rencana operasi tersebut bocor melalui siaran radio Australia. Mengetahui perihal itu, pasukan Belanda segera bergerak melakukan penyergapan terhadap Benny dan pasukannya.
Tim Naga nan dipimpin Benny tetap melanjutkan pergerakan menuju pusat pertahanan Belanda di Merauke, meski menghadapi beragam hambatan. Bentrokan pecah, antara pasukan Naga dan Marinir Belanda pada 28 Juni 1962.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·