Makassar, CNN Indonesia --
Salah satu pengurus wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan (Sulsel) sekaligus pengajar di Universitas Islam Makassar (UIM), KH MS viral di media sosial setelah diberitakan berada di tempat intermezo malam (THM) berbareng lady companion atau LC.
Wakil Khatib Syuriah PWNU Sulawesi Selatan itu menyatakan saat itu tengah menemani keluarganya dari Kalimantan.
"Itu ada keluarga, tamu dari Kalimantan. Ya, dia ajak saya ketemu di hotel," kata MS saat dikonfirmasi, Senin (21/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
MS menerangkan bahwa kejadian itu bermulai ketika dia diajak oleh keluarganya di salah satu hotel di Makassar. Kemudian pada saat dirinya datang, rupanya tamu tersebut sudah pindah ke tempat intermezo malam nan tetap berada di dalam hotel.
"Datanglah saya di hotel tersebut. Tetapi, saat tiba di hotel, rupanya itu ada di lantai 1 nan tempatnya tempat intermezo malam. Jadi, saya jumpa di situ," ujarnya.
[Gambas:Instagram]
Ikut nyanyi tapi tanpa LC
Namun saat berada di tempat intermezo malam, dia menyatakan hanya berbincang-bincang dengan tamunya nan berasal dari Kalimantan tersebut.
"Saya ketemu di situ berbincang-bincang. Karena dia dalam keadaan menyanyi, saya (ikut) menyanyi tapi tidak berdansa. Tidak ada LC. Tapi, saat keluar room ada LC di situ, tapi saya tidak bayar dan lain-lain. Kemudian tiba-tiba diberitakan," ungkapnya.
Setelah buletin itu tayang, MS mengaku berusaha mengkonfirmasi kepada wartawan nan menulis buletin tersebut. Namun, wartawan itu diklaim meminta sejumlah duit agar beritanya tidak ditayangkan dengan dalil kerja sama.
"Ada beberapa pertanyaan itu nan saya jawab sejujurnya, tidak ada menyimpang fakta. Saya ketemu lagi besoknya itu wartawan untuk konfirmasi bahwa lantaran sudah dimuat. Jadi dia bilang bisa tidak dimuat ini, nan krusial kita kerja sama, ada penawaran iklan saya tawarkan ada Rp80 juta, ada Rp100 juta, ada Rp120 juta. Saya bilang tidak bisa dinda jika iklan itu biasanya Rp3 jutaan, Rp5 jutaan, jika itu saya sanggup, tapi jika harganya seperti begitu (saya) tidak bisa," ungkapnya.
Kemudian MS kembali dihubungi oleh oknum wartawan tersebut dengan menakut-nakuti bakal menyebarkan video dan menayangkan buletin soal dirinya berada di dalam tempat intermezo malam berbareng LC.
"Dia kirim pesan lagi, bahwa dia sebarkan video dan meningkatkan lagi beritanya. Saya jawablah bahwa itu namanya privasi. Tidak bisa, kudu ada izin dari saya jika mau sebarkan berita. Besoknya muncul lagi beritanya nan kedua kalinya. Tapi, saya tak bersuara saja" jelasnya.
MS mengaku telah melaporkan buletin tersebut ke pihak kepolisian dengan tuduhan pencemaran nama baik. Namun, dirinya belum laporan dugaan pemerasan.
"Saya lapor di polisi tentang pencemaran nama baik, saya belum melaporkan tentang pemerasan lantaran dia mau, saya tidak lapor begitu dulu lantaran dia sempat memeras saya, kan," pungkasnya.
(mir/dal)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·