Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Bachtiar Najamudin menyampaikan apresiasi dan pujian atas pidato dan capaian diplomasi President Prabowo Subianto pada aktivitas Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9) kemarin.
Menurut dia, dalam pidato Prabowo, tak hanya menyiratkan konsistensi sikap diplomatik Indonesia terhadap semua negara terutama Rusia, tapi juga memperkuat kerja sama ekonomi dan upaya antara Indonesia dengan Rusia dengan skema perdagangan bebas alias Free Trade Agreement (FTA).
"Bagi Indonesia, Russia adalah merupakan salah satu kekuatan bumi nan sangat dihormati lantaran ketulusan para pemimpinnya dalam menjalin persahabatan. Sejak awal Bangsa Indonesia selalu meletakkan kepercayaan pada niat baik Russia dalam membantu Indonesia," ujar Sultan melalui keterangan resminya pada Jumat (4/9).
Kata Sultan, Rusia adalah negara mapan mengenai teknologi. Hal ini, lanjut dia, krusial dalam mendukung program hilirisasi sumber daya alam (SDA) di daerah.
"Kita mengapresiasi Presiden Prabowo telah memberikan kesempatan kepada Russia dalam membantu Indonesia menyelesaikan beberapa agenda krusial seperti pengembangan teknologi pupuk, daya nuklir dan eksplorasi blok migas di Indonesia," ujarnya.
Lebih lanjut, Sultan menilai capaian hasil kerja sama ekonomi dan upaya Rusia dan Indonesia bakal meningkatkan kualitas Pengelolaan SDA di daerah.
"Melalui pendekatan Perdagangan bebas, Insyallah ke depan bakal banyak sekali Pengusaha Russia nan bersedia melakukan investasi di Indonesia. Dengan demikian dapat secara langsung memberikan akibat perekonomian dan penyerapan tenaga kerja di daerah-daerah terkait," ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada aktivitas Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia. Ada beberapa perihal nan ditekankan kepala negara dalam pidato itu, seperti penguatan kerja sama, investasi, hingga posisi Indonesia di tengah fragmentasi geopolitik nan terjadi.
Prabowo menjabarkan nilai perdagangan bilateral Indonesia-Rusia mendekati US$5 miliar, naik 21,7% dibandingkan tahun sebelumnya, dan naik 33,7% dibandingkan 2023. Untuk itu dia juga membujuk agar Rusia serta personil EAEU menargetkan peningkatan nilai perdagangan nan terlibat melalui perjanjian perdagangan bebas (FTA).
"Di forum ini, saya mengusulkan agar Indonesia dan Rusia menetapkan tantangan nan jelas bagi diri kita sendiri. melipatgandakan perdagangan kita dalam periode peninjauan pertama Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Eurasian Economic Union (FTA)," kata Prabowo.
57 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·