
Petugas SNCF melangkah di sekitar kereta nan mengalami kecelakaan di Cleon, Prancis barat laut, pada 12 September 2026. (Foto: AFP)
PARIS - Sebuah kejadian anjloknya kereta api di barat laut Prancis menyebabkan 44 orang terluka—termasuk satu orang dalam kondisi kritis. Insiden itu sekarang sedang diselidiki sebagai kemungkinan tindakan sabotase, menurut keterangan sumber kepolisian pada Sabtu (12/9/2026).
Kereta nan mengangkut 186 penumpang tersebut sedang dalam perjalanan antara kota Rouen dan Caen di wilayah Normandia ketika mengalami kecelakaan dan keluar dari rel sekitar pukul 19.45 waktu setempat pada Jumat (11/9/2026).
Menurut sumber tersebut, tim penyelidik menemukan potongan rel di jalur kereta, sehingga pihak berkuasa menjadikan dugaan adanya tindakan nan disengaja sebagai konsentrasi utama penyelidikan.
Pihak berkuasa mengaktifkan rencana penanganan korban massal setelah kejadian tersebut, dengan mengerahkan 130 petugas pemadam kebakaran, lima tim medis, dan 80 kendaraan ke letak kejadian.
Jaksa wilayah Rouen, Sebastien Gallois, menyatakan bahwa 44 orang terluka, termasuk seorang wanita berumur 18 tahun nan dievakuasi dalam kondisi kritis. Ia menambahkan bahwa hasil tes alkohol dan narkoba terhadap masinis kereta menunjukkan hasil negatif.
SNCF Reseau, perusahaan pengelola jaringan kereta api Prancis, menyatakan bahwa lampau lintas di jalur tersebut telah dihentikan dan aliran listrik ke rel diputus guna memastikan keselamatan petugas darurat saat bekerja.
Tim penyelidik terus mendalami situasi seputar kejadian anjloknya kereta serta memeriksa potongan rel nan ditemukan di letak kejadian.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan buletin terkini dengan jeli dan terpercaya. Ikuti info terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa krusial lainnya, langsung dari sumber nan terpercaya.
48 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·