Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (foto: dok BNPB)
JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, memantau progres pembangunan kediaman sementara (huntara) bagi penduduk terdampak musibah hidrometeorologi basah, akibat Siklon Tropis Senyar nan terjadi pada akhir November 2025 di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Lokasi nan didatangi pertama adalah huntara di Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru. Setibanya di sana, Kepala BNPB disambut hangat oleh warga, termasuk anak-anak, dalam suasana akrab. Ia berbincang langsung dengan masyarakat untuk menyerap kebutuhan nan tetap diperlukan di lokasi.
Selanjutnya, Suharyanto meninjau kondisi unit huntara secara menyeluruh. Ia meminta developer segera menyelesaikan sejumlah kekurangan dengan sasaran rampung dalam lima hari ke depan agar kediaman dapat segera ditempati.
Menurutnya, huntara tersebut diperuntukkan bagi penduduk terdampak nan sebelumnya tinggal di rumah sewa nan rusak akibat banjir. Karena tidak mempunyai rumah dengan status kepemilikan, golongan ini tidak memperoleh Dana Tunggu Hunian (DTH). Menyikapi perihal tersebut, BNPB berbareng Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mengambil inisiatif menyediakan huntara sebagai solusi sementara.
Kepala BNPB menegaskan, langkah ini merupakan corak komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh masyarakat terdampak tetap mendapatkan tempat tinggal nan layak, sejalan dengan pengarahan Presiden Prabowo Subianto.
"Di sini masyarakat dulunya tidak punya rumah dan menyewa tempat tinggal. Begitu kena banjir, rumah nan disewa hancur, mereka bingung mau ke mana. DTH pun mereka tidak dapat, lantaran mereka sewa dan tidak punya rumah. Sehingga BNPB mengambil langkah inisiatif membangun huntara untuk mereka," ujar Suharyanto, Kamis (23/4/2026).
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·