Melihat gigi anak tumbuh tidak rapi alias berjejal mungkin membikin banyak orang tua khawatir. Bahkan, tidak sedikit nan merasa kondisi tersebut terjadi lantaran kesalahan dalam merawat anak.
Padahal, pertumbuhan gigi dan rahang anak dipengaruhi oleh beragam faktor, salah satunya memang dari aspek genetik. Meski begitu, aspek lingkungan dan kebiasaan sehari-hari juga dapat ikut berperan, Moms.
Menurut Dokter Spesialis Gigi Anak, drg. Joshua Calvin, Sp.KGA, ada beberapa kebiasaan nan perlu diperhatikan lantaran dapat memengaruhi pertumbuhan rahang dan susunan gigi anak. Apa saja?
3 Faktor nan Bisa Memengaruhi Gigi Anak Berjejal
1. Kebiasaan menggigit benda
Bila anak mempunyai kebiasaan menggigit barang tertentu, seperti sedotan, baju, alias kuku, maka orang tua perlu hati-hati, dan sebaiknya perlahan menghilangkan kebiasaan itu.
“Misalnya, menggigit sedotan, baju, kuku, itu bisa membikin struktur gigi berubah, rahang berubah menjadi maju,” ujar drg. Joshua beberapa waktu lampau pada kumparanMOM.
2. Tekstur makanan tidak sesuai usia anak
Seiring bertambahnya usia, tekstur makanan anak perlu dinaikkan sesuai keahlian mengunyahnya. Anak nan terlalu lama mengonsumsi makanan bertekstur lembut dapat kehilangan stimulasi mengunyah nan dibutuhkan untuk mendukung perkembangan rahang.
“Ketika anak sukanya disuwir, dicacah, digiling, menyebabkan rahang tidak bakal berkembang sebagaimana mestinya,” jelasnya.
3. Kebiasaan membuka mulut
Kebiasaan anak nan sering membuka mulut alias melongo juga perlu diperhatikan. Jika berjalan terus-menerus, kondisi ini dapat berangkaian dengan pertumbuhan dan posisi rahang anak.
Karena itu, orang tua tidak perlu langsung menyalahkan diri sendiri ketika gigi anak tumbuh berjejal alias terlihat tonggos. nan terpenting, jika mulai memandang adanya masalah pada susunan gigi alias corak rahang anak, sebaiknya konsultasikan dengan master gigi anak untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan nan sesuai.
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·