Kementan Perkuat Ketersediaan Daging Nasional.(Dok. Kementan Humas)
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) terus memperkuat kesiapan daging sapi nasional melalui kombinasi peningkatan produksi dalam negeri dan pengelolaan pasokan secara terukur. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menegaskan bahwa kesiapan daging lembu nasional saat ini ditopang oleh tiga sumber utama, ialah produksi dari pemotongan sapi/kerbau lokal nan tetap menjadi kontributor terbesar, pemasukan sapi/kerbau hidup (ternak bakalan) nan digemukkan dan dipotong di dalam negeri, serta impor daging sapi/kerbau untuk melengkapi kebutuhan nasional.
"Prioritas pemerintah tetap meningkatkan produksi sapi/kerbau lokal sebagai tulang punggung penyediaan daging nasional. Namun, untuk menjaga keseimbangan pasokan dan stabilitas harga. Pemerintah juga mengelola pemasukan sapi/kerbau bakalan dan impor daging secara terukur sesuai kebutuhan," ujar Agung.
Upaya tersebut dibahas dalam rapat monitoring dan pertimbangan nan diselenggarakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan berbareng para pelaku upaya importir secara daring, Jumat (26/6).
Agung mengatakan tetap tersedia waktu hingga akhir September 2026 bagi pelaku upaya untuk mengoptimalkan realisasi pemasukan ternak bakalan sesuai komitmen nan telah ditetapkan.
"Kami mengimbau seluruh pelaku upaya importir untuk mempercepat realisasi pemasukan ternak bakalan sesuai komitmen nan telah ditetapkan. Masih tersedia waktu untuk meningkatkan realisasi. Jangan sampai realisasi pemasukan justru lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, lantaran perihal ini sangat krusial dalam menjaga kesiapan pasokan daging sapi nasional sekaligus menjadi salah satu parameter pertimbangan pemerintah," ujarnya.
Menurut Agung, percepatan pemasukan ternak bakalan merupakan bagian dari strategi jangka pendek untuk menjaga kesinambungan pasokan, sementara dalam jangka menengah dan panjang pemerintah terus memperkuat program peningkatan populasi sapi dan kerbau melalui pembibitan, kesehatan hewan, investasi peternakan, serta pemberdayaan peternak rakyat sebagai fondasi menuju kemandirian pangan.
Berdasarkan info Sistem Nasional Neraca Komoditas (SINAS-NK) dan konfirmasi pelaku upaya hingga 26 Juni 2026, realisasi pemasukan sapi bakalan mencapai 180.371 ekor alias sekitar 25,8 persen dari sasaran nasional sebanyak 700.000 ekor. Angka tersebut bakal bertambah mengingat periode realisasi berjalan hingga akhir tahun 2026.
Direktur Kesehatan Hewan Kementan, Hendra Wibawa, mengatakan Kementan terus memantau perkembangan di lapangan sekaligus mendampingi pelaku upaya agar sasaran dapat dicapai sesuai jadwal.
"Masih tersedia waktu pada Juli, Agustus, dan September untuk mempercepat realisasi pada Triwulan III. Kami berambisi seluruh pelaku upaya dapat menunjukkan performa terbaiknya dalam memenuhi komitmen pemasukan nan telah ditetapkan. Mohon timnya terus didorong agar realisasinya meningkat," ujar Hendra.
Ia menambahkan bahwa capaian hingga September bakal menjadi salah satu dasar pertimbangan dalam pertimbangan performa pelaku upaya sekaligus proyeksi keahlian realisasi pemasukan pada tahun 2027.
"Kami meminta Bapak/Ibu menyampaikan argumen andaikan capaiannya tetap rendah. Masih ada waktu pada Juli, Agustus, dan September untuk menunjukkan performa terbaik. Jangan sampai prosentase capaian tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Komitmen realisasi juga agar disampaikan setiap tiga bulan sehingga progresnya dapat dipantau bersama," imbuhnya.
Dukungan terhadap langkah tersebut juga disampaikan Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo). Ketua Dewan Pembina Gapuspindo, Didiek Purwanto, memastikan anggotanya siap mempercepat realisasi sesuai sasaran nan telah ditetapkan.
"Kami bakal menggerakkan seluruh personil Gapuspindo untuk merealisasikan komitmen ini sehingga sasaran nan telah ditetapkan dapat tercapai," kata Didiek.
Kementan menegaskan bahwa menjaga kesiapan daging sapi nasional memerlukan kerjasama seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah bakal terus memperkuat produksi sapi lokal melalui pembibitan, peningkatan produktivitas, investasi, dan pemberdayaan peternak rakyat, sekaligus memastikan pengelolaan pemasukan ternak bakalan dan impor daging dilakukan secara terukur untuk menjaga keseimbangan pasokan, stabilitas harga, dan keterjangkauan bagi masyarakat.
Sinergi tersebut diharapkan menjadi fondasi menuju peternakan Indonesia nan semakin mandiri, berkekuatan saing, dan berkelanjutan. (RO/Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·