Keberadaan dua Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) nan berdiri berdampingan tetapi tidak saling terhubung di area Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, menjadi sorotan publik. Kondisi tersebut apalagi ramai dijuluki sebagai JPO "love-hate relationship" di media sosial lantaran dinilai membingungkan pengguna.
Menanggapi perihal itu, Dinas Bina Marga DKI Jakarta menjelaskan argumen kreasi kedua JPO tersebut, sementara LRT Jabodebek menyatakan siap mendukung rencana penyambungannya. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga memastikan kedua JPO itu bakal segera dikoneksikan guna mempermudah mobilitas masyarakat.
Dinas Bina Marga DKI Beri Penjelasan soal JPO 'Love-Hate Relationship'
Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta memberikan penjelasan mengenai keberadaan dua Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) nan lokasinya saling berdekatan di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan.
"JPO integrasi terdapat area tidak berbayar (unpaid area) sehingga dapat digunakan oleh masyarakat umum untuk menyeberang. Fasilitas ini telah dilengkapi dengan lift untuk memudahkan akses masyarakat, khususnya penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, serta pengguna lainnya nan memerlukan kemudahan akses," kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, dalam keterangan resminya nan dirilis pada Senin (3/8).
Meskipun tidak terhubung langsung, jarak antara tangga turun kedua JPO tersebut relatif dekat, ialah hanya sekitar 50 meter.
"Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan akomodasi penyeberangan nan tersedia dan selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas," tutup Dinar.
LRT Jabodebek Siap Dukung Penyambungan JPO
LRT Jabodebek menyatakan siap mendukung rencana penyambungan dua Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di area Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan lantaran berdiri berdampingan tetapi tidak saling terhubung alias 'love-hate relationship'.
“Intinya kita sudah berbareng Dinas Bina Marga melakukan joint inspection alias tinjauan lapangan. Memang secara teknis katanya ada perbedaan ketinggian,” kata Manager Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, kepada kumparan, Selasa (4/8).
Ditemui terpisah, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan dua JPO nan menjadi sorotan tersebut bakal segera dikoneksikan.
“Kebetulan saya sudah mengikuti beritanya dan saya juga baru tahu jika tidak terhubung. Maka kami bakal segera memutuskan untuk dihubungkan,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (4/8).
Pramono Pastikan JPO Rasuna Said Segera Dikoneksikan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di area Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, nan sempat menjadi sorotan lantaran tidak saling terhubung bakal segera dikoneksikan.
Pernyataan itu disampaikan Pramono menanggapi keluhan masyarakat mengenai dua JPO di area tersebut nan berdiri berdampingan, namun tidak tersambung. Kondisi itu sempat viral di media sosial dan disebut sebagai JPO ‘love-hate relationship’.
“Kebetulan saya sudah mengikuti beritanya dan saya juga baru tahu jika tidak terhubung. Maka kami bakal segera memutuskan untuk dihubungkan,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (4/8).
Pramono mengatakan, pembahasan mengenai penyambungan JPO tersebut bakal dilakukan dalam rapat paripurna nan dijadwalkan berjalan pada Rabu (5/8).
“Kebetulan besok kami bakal ada rapat paripurna unik untuk itu, jadi nan di JPO Rasuna Said segera bakal dihubungkan agar akomodasi itu terkoneksi dengan baik,”
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·