Kemensos Terus Kirim Bantuan Korban Gempa dan Konflik Sosial Maluku Utara

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Wamensos Agus Jabo menghadiri Rapat Tingkat Menteri (RTM) Penanganan Pascabencana dan Pascakonflik Sosial di Maluku Utara nan digelar di Kantor Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK), Selasa (28/4/2026). Foto: Kemensos RI

Kementerian Sosial (Kemensos) terus menyalurkan support kepada korban musibah alam dan bentrok sosial di Maluku Utara secara berkepanjangan hingga kondisi stabil.

Bantuan tersebut meliputi support pemenuhan kebutuhan hidup, juga rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dan pascakonflik.

“Jika terjadi musibah alias bentrok sosial, Kemensos mempunyai tugas menangani alias memberikan support pada saat kejadian dan pasca-kejadian. Jadi pada saat rehabilitasi alias rekonstruksi,” kata Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.

Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri Rapat Tingkat Menteri (RTM) Penanganan Pascabencana dan Pascakonflik Sosial di Maluku Utara nan digelar di Kantor Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK), Selasa (28/4/2026).

Gempa Bumi nan melanda Maluku Utara pada 2 April lampau menyebabkan 772 penduduk Kecamatan Batang Dua mengungsi dan banyak gedung rusak. Sebanyak 3 gereja dan 60 rumah mengalami rusak ringan, 2 gereja dan 25 rumah mengalami rusak sedang, serta 1 gereja dan 28 rumah mengalami rusak berat.

Selain musibah alam, bentrok sosial terjadi di Maluku Utara pada 3 April lalu. Perselisihan antara penduduk Desa Banemo dan Desa Sibenpopo, Kec. Patani Barat, Kab. Halmahera Tengah, Prov. Maluku Utara tersebut menimbulkan 2 korban jiwa, 1 orang luka berat dan 5 orang menderita luka ringan.

Akibat dari bentrok antara dua desa tersebut, 84 rumah dan 1 gereja terbakar dan menyebabkan 629 jiwa terdampak, 580 orang di antaranya mengungsi secara berdikari ke rimba saat bentrok terjadi.

Untuk penanganan pascabencana dan pascakonflik sosial, Kemensos telah menyalurkan support dari dua lumbung sosial ialah Gudang Provinsi Maluku Utara dan Gudang Sentra Wasana Bahagia Ternate.

Bantuan dari Gudang Provinsi berupa 100 unit kasur, 50 lembar selimut, 30 paket kidsware, 50 lembar tenda gulung, 2 unit toilet portable dan juga 3 unit tenda serbaguna keluarga.

Wamensos Agus Jabo menghadiri Rapat Tingkat Menteri (RTM) Penanganan Pascabencana dan Pascakonflik Sosial di Maluku Utara nan digelar di Kantor Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK), Selasa (28/4/2026). Foto: Kemensos RI

Adapun support dari Sentra Wasana Bahagia berupa 165 unit kasur, 480 paket makanan anak, 500 paket lauk siap saji, 220 lembar tenda gulung, 750 paket makanan siang saji, 210 paket family kit, 104 paket kidsware, 200 lembar selimut 100 paket sandang anak, 9 unit tenda serba guna, 10 unit tenda keluarga, 2 lampu emergency portable.

Tak hanya pemenuhan kebutuhan hidup, Kemensos juga menyediakan beragam jasa untuk menunjang pemulihan penduduk hingga kondisi mereka stabil.

Layanan nan diberikan oleh Kementerian Sosial antara lain dapur mandiri, jasa lingkungan pengungsian, Mandi Cuci Kakus (MCK), laundry, air bersih, tempat ibadah, support psikososial, serta jasa intermezo dan kesehatan.

Agus Jabo juga menjelaskan bahwa penanganan pascabencana dan pascakonflik di Maluku Utara dibagi dalam tiga tahap. Yaitu penanganan jangka pendek,jangka menengah dan jangka panjang. Penanganan jangka pendek nan telah dilakukan adalah pemenuhan kebutuhan dasar, jasa support sosial, verivikasi info korban dan kerusakan, dan penambahan bufferstock logistik jika diperlukan.

Jika support nan telah diberikan tersebut kurang memadai, Agus Jabo pun membuka kesempatan bagi kepala wilayah untuk mengusulkan kebutuhan kembali kepada Kemensos.

“Jadi jika diperlukan penambahan bufferstok logistik, silakan Pak Bupati alias Bu Gubernur mengirimkan usulan ke Kemensos agar kelak secepatnya bisa kita tindaklanjuti,” jelasnya.

Penanganan jangka menengah meliputi penyaluran support stimulan bagi penduduk rentan terdampak berupa support agunan hidup, isian rumah dan santunan mahir waris.

Sementara penanganan jangka panjang nan diberikan berupa penguatan pencegahan di wilayah rawan bentrok sosial berbasi organisasi berupa support keserasin sosial pembangunan pembaharuan gereja dan support kearifan lokal berupa perangkat kesenian.

Selain Agus Jabo, beragam pihak turut datang untuk membahas kerjasama penanganan pascabencana dan pascakonflik Maluku Utara. Di antaranya Menko PMK Pratikno, Menko Polkam Djamari Chaniago, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala BIN Muhammad Herindra, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, dan Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji juga datang dalam Rapat Tingkat Menteri tersebut.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan