Kemenkes Perkuat Kerja Sama Tenaga Kesehatan dengan Korea Selatan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Kemenkes Perkuat Kerja Sama Tenaga Kesehatan dengan Korea Selatan Indonesia–Korea University Collaboration Seminar 2026 nan digelar di Jakarta, 31 Mei 2026.(MI/HO)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia terus memperkuat langkah internasionalisasi tenaga kesehatan domestik. Melalui Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan, Kemenkes menjalin kerjasama strategis dengan lembaga pendidikan asal Korea Selatan di arena Indonesia–Korea University Collaboration Seminar 2026 nan digelar di Jakarta, 31 Mei 2026.

Pertemuan besar ini dihadiri perwakilan Gangwon 7 College Consortium (G7CC), enam universitas ternama dari Korea Selatan, serta ketua dari 38 Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes dari seluruh Indonesia.

Fokus utama kerjasama ini adalah pengembangan kapabilitas tenaga kesehatan, khususnya pada bagian jasa perawatan jangka panjang (long-term care) dan caregiver.

Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan, Albertus Yudha Poerwadi, menyatakan bahwa kemitraan internasional merupakan kunci dalam menghadapi tantangan kesehatan global.

"Melalui kerja sama dengan universitas-universitas di Korea Selatan, kami berambisi dapat memperkuat kualitas pendidikan, memperluas pengalaman internasional, serta membuka jalur baru pengembangan pekerjaan bagi tenaga kesehatan Indonesia," ujarnya.

Fokus dan Ruang Lingkup Kerja Sama

Seminar ini tidak hanya menjadi arena seremonial, tetapi juga wadah obrolan teknis mengenai pertukaran akademik dan pengembangan kurikulum bersama. Berikut adalah poin-poin utama nan menjadi konsentrasi kerjasama antara Indonesia dan Korea Selatan:

Bidang Kerja Sama Detail Program
Pendidikan & Kurikulum Pengembangan kurikulum berbareng untuk keperawatan dan caregiver.
Mobilitas Akademik Pertukaran pengajar dan mahasiswa antar institusi.
Pengembangan Karier Program persiapan bahasa dan penempatan kerja internasional di Korea Selatan.
Riset & Akreditasi Kolaborasi riset kesehatan dan support legalisasi internasional (KOICA).

Membuka Peluang Karier Global

Ketua G7CC, Hyun In Suk, menyambut positif antusiasme dari pihak Indonesia. Ia meyakini bahwa sinergi ini bakal menciptakan pemimpin tenaga kesehatan dunia di masa depan. Senada dengan perihal tersebut, Direktur Penyediaan Sumber Daya Manusia Kesehatan, Anna Kurniati, menambahkan bahwa Korea Selatan telah menjadi mitra penting, termasuk dalam support legalisasi internasional bagi Program Studi Kebidanan di Poltekkes melalui kerja sama dengan KOICA.

Dalam rangkaian aktivitas tersebut, Kemenkes juga memberikan apresiasi unik kepada Kim Joon Hwan, CEO NK Global Holdings, nan berkedudukan krusial sebagai jembatan kerjasama kesehatan antara kedua negara. Dengan adanya 38 Poltekkes nan tersebar di seluruh wilayah Indonesia, kerja sama ini diharapkan bisa mencetak lulusan nan kompetitif secara dunia dan siap menjawab kebutuhan pasar kerja internasional, baik di Korea Selatan maupun negara mitra lainnya seperti Jepang dan Jerman. (Z-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia