Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membuka seleksi untuk 25 program studi (prodi) baru dalam program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit alias hospital-based.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Azhar Jaya, dalam agenda Peluncuran Seleksi Program Studi Baru Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) dan Serah Terima PPDS Batch IV di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Kamis (3/9).
“Pada tahap ini kita bakal membuka seleksi untuk 25 program studi baru,” tutur Azhar.
Azhar kemudian menyebut sejumlah program studi ahli dasar nan bakal dibuka, ialah Anestesiologi dan Terapi Intensif, Obstetri dan Ginekologi, Radiologi, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, serta Ilmu Bedah.
Program tersebut bakal diselenggarakan di sejumlah rumah sakit, di antaranya RSUP Fatmawati, RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso, RSU Hermina Depok, RS Ibu dan Anak Bunda, RSAB Harapan Kita, RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou, RSUP Persahabatan, RSUP Dr. M. Djamil, RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, dan RSUD dr. Iskak Tulungagung.
Selain ahli dasar, pemerintah membuka pendidikan hospital-based untuk golongan Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU). Adapun program nan disebut Azhar meliputi Bedah Saraf, Bedah Toraks Kardiovaskular (BTKV), Jantung dan Pembuluh Darah, Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler, Urologi, Ortopedi dan Traumatologi, serta Mata.
Ke depan, Azhar mengatakan pemerintah juga menyiapkan pembukaan program studi ahli baru pada tahap kedua 2026.
“Kita berambisi kelak kita bisa buka lagi 30 program studi spesialis, nan terdiri dari 13 prodi ahli dasar, 13 prodi ahli KJSU, dan 4 prodi ahli prioritas,” tutup Azhar.
17 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·