Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau orang tua agar tidak memaksakan anaknya untuk masuk sekolah saat anak menunjukkan indikasi campak. Para orang tua diminta untuk memastikan kondisi kesehatan anaknya dulu sebelum mengizinkannya kembali bersekolah.
"Jadi jika ada indikasi demam, kemudian batuk, sebaiknya ya tidak perlu masuk sekolah. Pastikan dibawa berobat ke akomodasi pelayanan kesehatan, dan pastikan setelah sembuh baru dilakukan proses belajar mengajar," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, dalam bertemu pers secara virtual, Jumat (10/4).
Alasannya, menurut Andi, tingkat penularan balang sangat tinggi. Dia menyebut, satu penderita balang dapat menularkan penyakitnya ke 12 hingga 18 orang.
“Penularan daripada balang ini tinggi. RO-nya sekitar 12 sampai 18. Artinya, satu penderita bisa menularkan ke 12 sampai 18 orang,” ujar dia.
Menurutnya, kondisi ini berisiko besar terjadi di lingkungan sekolah nan melibatkan banyak hubungan antar siswa. Karena itu, anak nan mengalami indikasi seperti demam, batuk, hingga muncul ruam dianjurkan untuk beristirahat di rumah.
Kemenkes juga meminta pihak sekolah dan pembimbing lebih aktif memantau kondisi kesehatan siswa. Jika ditemukan satu kasus campak, langkah awal nan dilakukan adalah mengisolasi sementara siswa tersebut hingga betul-betul sembuh.
Selain itu, pihak sekolah diminta segera berkoordinasi dengan puskesmas setempat untuk dilakukan surveilans epidemiologi guna memantau potensi penyebaran.
“Jika ada nan terpapar di sekolah, segera komunikasi ke puskesmas. Nanti bakal dilakukan pengawasan apakah siswa lain juga mengalami gejala,” jelas Andi.
Apabila jumlah kasus meningkat, pemerintah bakal melakukan imunisasi kejar (catch-up) alias apalagi Outbreak Response Immunization (ORI) secara massal di sekolah tersebut.
Kemenkes menegaskan langkah pencegahan ini krusial mengingat cepatnya penyebaran balang di lingkungan tertutup seperti sekolah.
“Yang paling penting, anak nan sakit dirumahkan dulu sampai sembuh betul, agar tidak menularkan ke teman-temannya,” ucap Andi.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·