
Ungkapan Ancelotti usai Brasil Ditahan Imbang Maroko
PELATIH berbintang itu akhirnya merasakan sendiri sungguh kejamnya panggung Piala Dunia. Carlo Ancelotti, laki-laki nan sudah menjuarai lima Liga Champions dan lima liga top Eropa, kudu menelan kekecewaan di debut pertamanya berbareng Timnas Brasil.
Selecao nan diunggulkan menang hanya bisa bermain seri 1-1 melawan Maroko dalam laga Grup C Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Minggu (14/6/2026) pagi WIB.
Ironis memang. Sebelum laga, Ancelotti berbicara penuh keyakinan, "Ini adalah tim nan bisa bersaing dengan siapa pun. Kami mempunyai kualitas teknis dan pengalaman, dan kami sangat percaya bisa menghadapi tim mana pun." Tapi singa nan dia khawatirkan itu betul-betul menggigit,” ungkapnya.

1. Ancelotti Sempat Cemas dan Takut
Maroko mendominasi menit-menit awal dan sukses membuka skor lebih dulu melalui Ismael Saibari nan memanfaatkan umpan Brahim Diaz pada menit ke-21. Brasil baru merespons lewat Vinicius Junior nan menyamakan kedudukan di menit ke-32 usai dibantu Bruno Guimaraes.
Di babak kedua Brasil mendominasi, Ancelotti apalagi memasukkan Danilo, Fabinho, Matheus Cunha, dan Luiz Henrique dari bangku cadangan, namun gol kemenangan tak kunjung datang.
Usai laga, Ancelotti tampil jujur di hadapan media. "Saya rasa ini pertandingan nan sulit, terutama di awal. Saya rasa tim sedikit resah dan gugup. Kami tidak bermain bagus, tetapi kami tidak boleh patah semangat," kata pembimbing berumur 67 tahun itu.
Yang menarik, kegugupan ini sebenarnya sudah diakui Ancelotti apalagi sebelum peluit pertama berbunyi. "Rasa takut adalah bagian krusial dalam hidup. Jika Anda tidak merasa takut dan lengah, Anda bisa saja memandang seekor singa dan menganggapnya sebagai kucing," ujarnya dalam konvensi pers jelang laga.
"Kami kudu menampilkan performa nan sempurna dalam segala aspek. Dalam sepak bola modern, tidak ada tim nan lemah. Maroko adalah salah satu tim terbaik di Afrika," tambahnya.
Pernyataan itu sekarang terasa seperti firasat. Maroko memang bukan macan kertas. Tim berjuluk Singa Atlas datang ke Piala Dunia 2026 setelah memenangkan Piala Afrika 2025, gelar nan diraih setelah mahkota dicabut dari Senegal akibat kontroversi di partai final.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·