, JAKARTA, – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan bahwa kebijakan integrasi transportasi umum dengan tarif maksimal Rp10.000 di DKI Jakarta tetap berlaku. Kebijakan ini bermaksud untuk memudahkan mobilitas masyarakat dengan biaya perjalanan nan lebih murah dan efisien.
Sekretaris Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kemenhub, Dedy Cahyadi, menyampaikan bahwa skema tarif nan diterapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini tetap melangkah untuk jasa transportasi nan dikelola badan upaya milik daerah. "Itu sudah jalan, dan sampai sekarang juga tetap dilaksanakan," kata Dedy dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Skema ini mengintegrasikan jasa Mikrotrans, Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta. Masyarakat dapat beranjak antarmoda dalam satu perjalanan dengan tarif maksimal Rp10.000. Tarif terintegrasi ini bertindak selama tiga jam pada jam sibuk pagi, sehingga sangat membantu masyarakat nan berangkat bekerja.
"Artinya begini, andaikan ada seseorang nan mau berangkat dan kerja di wilayah DKI Jakarta dalam periode waktu tiga jam, mereka bisa menggunakan beragam macam moda. Baik menggunakan MRT Jakarta, LRT Jakarta, Transjakarta, alias feeder termasuk Mikrotrans dan itu dihitung hanya Rp10.000," ujar Dedy.
Melalui kebijakan tersebut, penumpang dapat beranjak dari satu moda ke moda lainnya tanpa kudu bayar tarif penuh setiap kali berganti layanan, selama pemisah waktu tetap berlaku. Dedy mencontohkan, tarif LRT Jakarta dari Bogor ke Bekasi alias ke Jakarta saja sudah mencapai Rp20.000. "Tapi dengan moda integrasi dalam periode waktu tertentu itu lebih murah," ucapnya.
Pembayaran dilakukan menggunakan kartu duit elektronik nan telah terhubung dengan sistem JakLingko. Perpindahan antarmoda dapat dikenali secara otomatis melalui sistem tap-in dan tap-out. Sebagai contoh, penumpang dari Bekasi dapat melanjutkan perjalanan menggunakan LRT Jakarta kemudian beranjak ke Transjakarta dengan total biaya maksimal Rp10.000 selama memenuhi ketentuan waktu.
Kebijakan integrasi tarif ini telah diterapkan sejak 2022 dan hingga sekarang tetap melangkah sebagai upaya meningkatkan penggunaan transportasi umum sekaligus mendukung mobilitas masyarakat di area Jakarta. "Tiga jam, biasanya pagi jam 6 sampai jam 9. Jadi jika mau merasakan, sekarang menggunakan kartu duit elektronik kartu apa saja e-money, berangkat jam 6 tapi pindah moda misalkan dari Bekasi naik LRT Bekasi terus turun di Dukuh Atas mau ke kota tinggal naik Transjakarta, pindah halte itu selama tiga jam maksimal Rp10.000. Seperti itu, sudah berlaku," katanya.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·