Kemendikdasmen Lanjutkan Pembinaan Talenta Berprestasi ke Ajang Internasional.(Dok. Istimewa)
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkomitmen memperkuat ekosistem prestasi dengan melanjutkan pembinaan talenta berbakat hingga ke tingkat internasional. Melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), para peraih lencana di arena nasional seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN) mendapatkan pendampingan berkepanjangan untuk mengharumkan nama bangsa di kancah global.
Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono, menegaskan bahwa apresiasi bagi siswa berprestasi tidak berakhir pada pemberian bingkisan semata. "Prestasi di tingkat nasional bukanlah akhir dari proses pembinaan. Kami terus mendampingi para talenta berprestasi agar dapat berkembang dan mempunyai kesempatan lebih luas lagi," ujar Irene dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (4/9).
Data Puspresnas menunjukkan, sepanjang tahun 2026, sebanyak 420 juara arena nasional telah menjalani pembinaan intensif untuk persiapan kejuaraan internasional. Dari jumlah tersebut, 79 siswa terpilih menjadi delegasi Indonesia. Hingga September 2026, para delegasi ini sukses menyumbangkan 47 penghargaan internasional, nan terdiri atas tujuh lencana emas, 17 perak, 23 perunggu, serta lima honorable mention.
Selain pembinaan kompetisi, pemerintah memberikan support jangka panjang melalui Beasiswa Talenta Indonesia hasil kerjasama dengan LPDP. Program ini memfasilitasi pendanaan pendidikan S1/D4 di dalam maupun luar negeri. Pada 2026, tercatat 174 calon penerima danasiwa telah diumumkan, terdiri dari 171 penerima danasiwa dalam negeri dan tiga penerima danasiwa luar negeri, termasuk para pemenang OSN.
Salah satu siswa nan merasakan akibat positif pembinaan ini adalah Dazle David Toalu, peraih lencana perak OSN Matematika 2026 dari SMP Kristen IPEKA BSD. Dazle mengaku bangga dan menilai prestasi ini sebagai pembuka kesempatan masa depan. Senada dengan itu, Gaby, ibu Dazle, meyakini bahwa capaian di OSN merupakan langkah awal bagi putranya untuk meraih danasiwa dan mewakili Indonesia di arena internasional.
Irene menambahkan bahwa arena seperti OSN bukan sekadar mengejar medali, melainkan ruang untuk membangun karakter, daya juang, dan mentalitas generasi unggul. Kemendikdasmen memastikan seluruh proses seleksi dan pembinaan dilakukan secara adil, transparan, dan berintegritas demi mewujudkan semangat "Pendidikan Bermutu untuk Semua".
English (US) ·
Indonesian (ID) ·